Find and Follow Us

Sabtu, 21 September 2019 | 06:38 WIB

PKS Apresiasi Kinerja Bawaslu Soal Kerja KPU

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 17 Mei 2019 | 06:03 WIB
PKS Apresiasi Kinerja Bawaslu Soal Kerja KPU
Politikus PKS, Mardani Ali Sera - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Politikus PKS, Mardani Ali Sera mengapresiasi cepatnya kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang dalam memutuskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) melanggar tata cara dan prosedur penginputan data ke sistem informasi penghitungan suara (situng).

"Saya apresiasi Bawaslu melakukan kinerja yang baik dan cepat menyatakan KPU melanggar tata cara dan penginputan data ke situng," katanya di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Ia menjelaskan, langkah bawaslu itu membuktikan aduan BPN Prabowo-Sandi yang merasa banyaknya kesalahan input data oleh KPU, jelas terbukti.

"Berdasarkan putusan ini, jelas KPU melakukan kesalahan," katanya.

Sebagaimana diberitakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan akan mematuhi rekomendasi Bawaslu untuk memperbaiki sistem informasi penghitungan suara (Situng).

Adapun rekomendasi ini disampaikan Bawaslu dalam putusan pengadilan atas laporan dugaan kecurangan dalam situng KPU yang diajukan oleh tim Badan Pemenangan Nasional (BPN).

Komisioner Ilham Saputra mengatakan, menegaskan tidak akan menghentikan Situng dalam proses real count. Perbaikan sistemnya yang akan dilakukan secara maksimal.

"Kami akan perbaiki sistem penghitungan sebagaimana permintaan Bawaslu dan tidak ada di keputusan Bawaslu yang menyebut akan menutup Situng," ujar Ilham di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).

Tak hanya dinyatakan terbukti bersalah dalam penyelenggaraan penghitungan suara real count melalui Situng, Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga dinyatakan melakukan pelanggaran administratif lainnya oleh Bawaslu.

Melalui sidang dugaan pelanggaran yang dilakukan KPU di pemilu 2019, Bawaslu juga memutuskan bahwa lembaga pemilu ini dinyatakan bersalah dan terbukti, tidak transparan dalam mengumumkan pendaftaran lembaga survei penyelenggara quick count.

Anggota majelis, Rahmat Bagja menyatakan bahwa Bawaslu mengambil kesimpulan bahwa KPU tak melakukan pengumunan secara resmi dan transparan, terkait pendaftaran pelaksanan kegiatan penghitungan cepat pemilu 2019. [hpy]

Komentar

x