Find and Follow Us

Minggu, 26 Mei 2019 | 19:38 WIB

Jadi Partai Gurem, OSO Didesak Lengser

Kamis, 16 Mei 2019 | 22:59 WIB
Jadi Partai Gurem, OSO Didesak Lengser
Oesman Sapta Odang (OSO) - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Hanura Bambu Apus/versi Daryatmo, Patrika S Andi Paturusi menyesalkan sikap Oesman Sapta Odang (OSO) yang dengan entengnya, menyalahkan Wiranto atas kegagalan Hanura lolos DPR RI di Pemilu 2019.

"Sekarang Hanura terpuruk OSO malah mencari kambing hitam dengan menyalahkan Pak Wiranto, sungguh itu bukan sifat yang kesatria. Pemimpin macam apa itu," kesal Anggie, sapaan akrab Patrika S Andi Paturusi kepada wartawan, di Jakarta, kemarin.

Semestinya kata Anggie, OSO introspeksi diri dan tidak menyalahkan orang lain. Tanya dalam hati, gunakan nurani, jawab dengan jujur, apakah sudah maksimal turun berjuang untuk kemenangan Partai Hanura. "Ini jangankan turun ke konstituen, alat peraga seperti Bendera Hanura aja saya tidak lihat tuh di daerah-daerah," katanya.


Anggie justru melihat, OSO hanya menyibukkan diri untuk pencalonan dirinya sebagai Caleg DPD. "Dia tak berbuat apa-apa untuk Partai Hanura," tegas Anggie.

Menurutnya, berbeda dengan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto, disela-sela kesibukannya, Wiranto masih menyempatkan keliling seluruh provinsi menyapa dan mengajak rakyat agar memilih Hanura di pemilu legislatif 2014 lalu.

"Oso hanya duduk manis dan mengharapkan kemenangan. Gimana mau lolos kalau cuma duduk manis aja," sindir Anggie.

Padahal kata Anggie, caleg-caleg Hanura sudah berjibaku berusaha semaksimal mungkin agar memperoleh suara terbanyak di dapilnya masing-masing. "Ya percuma juga caleg sudah berusaha keras cari suara, tapi kinerja mesin partainya tak maksimal, " katanya.

Bahkan Anggie mengaku ragu saat Hanura dipegang OSO. Saat itu, dirinya sempat memproyeksikan Hanura terancam gagal memenuhi ambang batas parlemen (parliamentary threshold). "Sekarang, kekhawatiran saya dan teman-teman di Bambu Apus jadi nyata. Kami merasa terpukul, Hanura gagal ke DPR," katanya.

Menurut Anggie, dirinya ragu karena pertama kata dia, rekam jejak OSO sebagai ketum partai belum teruji. "Lihat saja saat pegang Partai Persatuan Derah (PPD) kemudian ganti lagi jadi Partai Persatuan Nasional (PPN), dua kali ikut pemilu, partainya OSO tetap jadi partai gurem, gagal memenuhi ambang batas parlemen," katanya.

Kedua kata dia, sebagai Ketua Umum, OSO terlihat memang tak begitu serius memenangkan Hanura di Pileg 2019. Karena Hanura karam, gagal ke Senayan, Anggie pun mendesak agar OSO melepas jabatannya sebagai Ketum Hanura.

"Mending OSO mundur aja sebagai Ketum Hanura Karena sudah gagal memimpin Partai Hanura," tutup Anggie.

Komentar

x