Find and Follow Us

Jumat, 21 Juni 2019 | 01:21 WIB

BPN Sudah Deteksi Kecurangan Sebelum Pencoblosan

Oleh : Fadli Zikri | Rabu, 15 Mei 2019 | 18:11 WIB
BPN Sudah Deteksi Kecurangan Sebelum Pencoblosan
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sudah sejak jauh-jauh hari mendeteksi adanya potensi dugaan kecurangan Pemilu 2019. Salah satunya adanya DPT siluman sebanyak 16.5 juta.

"Pak Hashim bolak balik ke KPU dengan tim, dan memaparkan DPT yang tuyul itu. Kemudian kita berkomitmen, KPU mengatakan menyatakan akan segera diperbaiki. Saat itu BPN berbaik sangka," kata Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak, Rabu (15/5/2019).

Namun ternyata lanjutnya, hal tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPU, sehingga terjadi berbagai praktik dugaan kecurangan saat ini.

"Tim jubir berusaha protes ke publik, karena ada itikad baik memperbaiki itu. Ya sudah mereka perbaiki kita percaya pada saat itu," ujarnya.

Begitu juga ketika jubir kata Dahnil, protes dengan adanya dugaan keterlibatan aparatur negara. Pihaknya selalu melontarkan protes keras, namun sekali lagi lanjutnya, BPN percaya dengan adanya komitmen dari aparatur negara untuk netral.

"Namun kemudian ada komitmen dari pimpinan polisi, katanya polisi akan netral, polisi bilang, pimpinannya bilang, kita akan netral. Ini akhlak BPN Prabowo bang Sandi, sekali lagi kita percaya," tuturnya.

Dahnil mengaku menyampaikan itu untuk menjawab pertanyaan, mengapa BPN baru pasca pencoblosan melakukan protes, tidak sebelum Pemilu digelar. Setelah Pemilu dihelat, yang menjadi kekhawatiran BPN pun kata Dahnil terjadi.

"Apa faktanya anda yang tahu sendiri di lapangan," tandasnya.

Sebelumnya dalam acara simposium nasional pengungkapan fakta-fakta kecurangan Pemilu versi BPN yang digelar di Grand Sahid Jaya pada Selasa (14/5) kemarin, BPN telah menyatakan menolak rekapitulasi penghitungan yang saat ini dilakukan oleh KPU. BPN menilai penghitungan suara yang dilakukan KPU berdasarkan hasil Pemilu yang curang. [ton]

Komentar

x