Find and Follow Us

Kamis, 27 Juni 2019 | 10:11 WIB

Polri: Narasi Eggi Terindikasi Mengasut

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Rabu, 15 Mei 2019 | 12:26 WIB

Berita Terkait

Polri: Narasi Eggi Terindikasi Mengasut
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Eggi Sudjana membantah ucapan 'people Power' yang berujung ditetapkan sebagai tersangka adalah untuk mengambil alih pemerintahan. Polri menjelaskan bahwa narasi-narasi yang dibangun Eggi mengindikasikan menghasut masyarakat.

"Itu kan dari diksi-diksi yang dibangunnya, itu narasi-narasi yang dibangunnya penghasutan, kemudian penghasutan mengajak massa dalam jumlah yang besar kemudian untuk mendeligitimasi pemerintahan yang sah itu kan masuk dalam perbuatan permulaan sesuai dengan Pasal 87 KUHP, Pasal 107 masuk makar gitu," jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Dedi menjelaskan bahwa ucapan-ucapan Eggi membahayakan kemanan dan ketertiban masyarakat. Sangkaan makar karena Eggi diduga mengajak, menghasut, dan juga melakukan pertemuan-pertemuan untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah.

"Jadi alat buktinya ada narasi-narasi ucapan berupa penghasutan. Kemudian mengajak untuk melakukan perbuatan inkonstitusional. Kemudian ada pertemuan-pertemuan pasal 110 permufakatan-permufakatan. Permufakatan itu kalau misalnya untuk mengajak menjatuhkan atau anslag-nya menjatuhkan menyerang pemerintah masuk delik makar," terang Dedi.

Dedi menyampaikan bahwa mengemukakan pendapat di muka umum sah sesuai undang-undang. Namun, ada ketentuan-ketentuan yang tak boleh dilanggar dalam mengemukakan pendapat.

"Ketentuan yang tidak boleh dilanggar. Tidak boleh melanggar norma, hukum, nggak boleh melanggar keamanan dan ketertiban, nggak boleh mengganggu persatuan dan kesatuan. Kalau misalnya itu dilanggar, sanksinya pasal 15. Kemudian juga untuk ujaran kebencian juga bisa masuk dalam Pasal 156, kemudian Pasal 310, 311 Pasal UU ITE masuk. Ya kalau misalnya nanti semua yang disampaikan mengandung sebuah kebohongan dan keonaran Pasal 14, 15 UU 1 Nomor 1946 itu," ucap Dedi.

Eggi Sudjana resmi ditahan di Polda Metro Jaya sejak Selasa (14/5) atas status tersangka dalam kasus dugaan makar. Eggi dijerat dengan Pasal 107 KUHP dan/atau Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946. [rok]

Komentar

x