Find and Follow Us

Selasa, 23 Juli 2019 | 21:33 WIB

Usut Suap Sofyan Basir, KPK Panggil Jonan

Oleh : Ivan Setyadhi | Rabu, 15 Mei 2019 | 10:20 WIB
Usut Suap Sofyan Basir, KPK Panggil Jonan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1 untuk tersangka Sofyan Basir (SFB).

Adapun saksi-saksi yang dipanggil hari ini yaitu dua direktur di PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dua Direktur tersebut yakni Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara Djoko R. Abumanan serta Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin.

Kemudian, Senior Vice President Legal Corporate PT PLN Dedeng Hidayat juga dipanggil KPK untuk tersangka Sofyan Basir.

"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SFB (Sofyan Basir)" kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Selain para petinggi PLN, KPK juga memanggil dua saksi lainnya yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan mantan Menteri Sosil (Mensos) Idrus Marham. Keduanya juga dipanggil untuk Sofyan Basir.

Jonan tidak dapat memenuhi panggilan KPK pada hari ini. Jonan telah bersurat ke KPK terkait ketidakhadirannya. Dalam surat yang dikirimkan ke KPK, Jonan saat ini sedang dinas di luar negeri dan akan dijadwalkan ulang.

"Informasi ada surat dari pihak Kementeriaan ESDM, tidak bisa memenuhi panggilan penyidik karena sedang pelaksanaan tugas atau perjalanan ke luar negeri," kata Febri.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan empat orang sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama PLTU Riau-1. Keempatnya yakni, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, Pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo, Sekjen Golkar, Idrus Marham, dan Dirut PT PLN, Sofyan Basir.

Eni, Kotjo, dan Idrus telah divonis bersalah dalam perkara tersebut. Eni dan Kotjo telah dieksekusi karena putusannya telah berkekuatan hukum tetap. Sementara Idrus, masih dalam proses upaya hukum banding.

Sofyan Basir belum dilakukan penahanan pasca-ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini, tinggal Sofyan Basir yang masih dalam proses penyidikan.

Dalam perkara ini, Eni Saragih, Idrus Marham, dan Sofyan Basir diduga bersama-sama telah menerima suap dari Johanes Kotjo untuk mendapatkan proyek PLTU Riau-1. [rok]

Komentar

x