Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 10:30 WIB

Ratna: Operasi Plastik Keempat Saya Hasilnya Buruk

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 14 Mei 2019 | 13:21 WIB
Ratna: Operasi Plastik Keempat Saya Hasilnya Buruk
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Terdakwa hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet mengaku sudah 4 kali melakukan operasi plastik. Pada operasi plastik terakhir kalinya yang berujung hoaks, Ratna kaget karena dampak muka di wajahnya buruk.

"Saya tanya sama dokter, 'Kenapa buruk sekali (hasil operasi plastiknya)?' Dia bilang, 'Tambah 1 hari lagi (untuk menginap).' Lalu ditambah 1 hari lagi," ujar Ratna saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa dalam persidangan di PN Jaksel, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019).

Atas usulan dari dokter itu, Ratna menuruti untuk menginap satu hari lagi di Rumah Sakit Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat. Ratna mengaku pasrah saat itu.

"Ya nggak ada lagi yang saya bisa lakukan. Dari awal, beliau (dokter) sudah katakan itu. Jadi saya pasrah aja," ucap Ratna.

Ratna berada di rumah sakit itu pada 21-24 September 2018. Ratna mengaku memang meminta kepada dokter untuk pulang pada 24 September 2018 karena ada jadwal kegiatan yang harus dihadirinya.

Pada saat sebelum pulang itu, Ratna melakukan foto selfie dan mulai berbohong untuk pertama kalinya kepada staffnya bernama Rubangi. Ratna mengaku kepada Rubangi bahwa wajahnya yang hasil operasi plastik adalah karena dipukul.

"Pada Rubangi saya pertama kali berbohong, Rubangi tanya, 'Kenapa ibu mukanya seperti itu?' Itu pertama kali saya bohong, saya bilang dipukul," kata Ratna.

Ratna didakwa membuat keonaran lewat hoaxpenganiayaan. Ratna disebut menyebarkan hoax kepada sejumlah orang lewat pesan WhatsApp, termasuk mengirimkan gambar wajah lebam dan bengkak yang diklaim akibat penganiayaan.

Padahal kondisi bengkak pada wajah Ratna merupakan efek operasi plastik yang dijalaninya di RS Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat. Jaksa mengungkap Ratna memfoto dirinya saat menjalani perawatan medis, lalu menyebarkan foto ditambah keterangan soal terjadinya penganiayaan terhadapnya oleh orang tak dikenal.

Ratna Sarumpaet didakwa dengan Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 28 UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE. [rok]

Komentar

x