Find and Follow Us

Sabtu, 20 Juli 2019 | 05:05 WIB

Longsor Tambang di Bogor, 20 Tertimbun 5 Tewas

Oleh : Happy Karundeng | Selasa, 14 Mei 2019 | 10:12 WIB
Longsor Tambang di Bogor, 20 Tertimbun 5 Tewas
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho - (Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan tanah longsor terjadi di lokasi penambangan emas rakyat di Gunung Pongkor, Bogor, Senin (13/5/2019).

Longsor terjadi akibat hujan deras yang terjadi secara terus-menerus ditambah lagi dengan struktur tanah yang labil. Peristiwa itu menyebabkan 20 orang tertimbun dan 5 orang tewas.

"Struktur tanah yang labil serta hujan deras yang terus-menerus mengakibatkan tanah longsor di Gunung Pongkor, sehingga puluhan penambang tertimbun longsor," katanya lewat keterangan tertulisnya, Selasa (13/5/2019).

Sutopo mengatakan belum diketahui jumlah pasti penambang yang tertimbun. Namun, menurut informasi, warga selamat terdapat 20 orang penambang yang masih tertimbun.

"Tidak ada data pasti jumlah penambang, namun beberapa warga yang selamat mengatakan sekitar 20 orang penambang," ucapnya.

Dari hasil pencarian sementara, tim gabungan berhasil menemukan delapan korban. Lima di antaranya meninggal dunia dan tiga orang selamat.

"Jumlah korban untuk sementara, 5 orang meninggal dunia tanpa identitas telah ditemukan hingga siang tadi, 3 orang selamat atas nama Uus (35), warga Desa Bantar Karet; Dede (30), warga Desa Cisarua, dan Dika (24), warga Desa Cisarua," katanya.

Sutopo menjelaskan kondisi medan yang curam menjadi kendala dalam proses pencarian, sehingga harus dilakukan secara manual. Namun pencarian saat ini dihentikan sementara hingga esok hari.

"Tim SAR mengalami kesulitan mengevakuasi korban karena lokasi longsor yang sangat curam dan berada di kaki gunung. Medan cukup berat dan (pencarian) hanya bisa dilakukan secara manual. Pencarian dihentikan saat ini dan dilanjutkan esok hari. Aparat bersama PMI, relawan, dan warga berusaha mengevakuasi korban," katanya. [rok]


Komentar

x