Find and Follow Us

Kamis, 18 Juli 2019 | 15:02 WIB

Eks Pejabat Ini Akui Beri Rp 400 juta ke Staf Imam

Oleh : Ivan Setyadhi | Senin, 13 Mei 2019 | 19:15 WIB
Eks Pejabat Ini Akui Beri Rp 400 juta ke Staf Imam
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Supriyono mengaku pernah menyerahkan sebesar Rp 400 juta kepada Miftahul Ulum, staf pribadi Menpora Imam Nahrawi.

Uang tersebut disebut berasal dari pejabat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

"Pak Mulyana bilang Rp 400 atau Rp 500 juta. Setelah ada uangnya, saya sampaikan ke Pak Ulum, saya kasi uangnya," kata Supriyono saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/5/2019).

Supriyono dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora nonaktif Mulyana.

Supriyono mengaku perintah oleh Mulyana dan Chandra Bakti yang merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) untuk mencarikan uang Rp 400 juta. Kemudian, Supriyono menghubungi pejabat KONI untuk mendapatkan uang Rp 400 juta dan uang tersebut diakui sebagai uang pinjaman.

Setelah uang tersebut didapatkan, dia menghubungi Ulum dan bertemu di depan masjid Kantor Kemenpora. Kemudian dia melaporkan penyerahan uang tersebut kepada Mulyana.

"Saya lapor ke Pak Mulyana setelah uang saya serahkan," ujarnya.

Supriyono mengetahui adanya pemberian uang tersebut dari Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy. Menurut Supriyono, pemberian uang itu dilakukan setiap kali KONI mencairkan dana hibah yang diterima dari Kemenpora.

"Saya ngobrol sama Pak Hamidy, sudah seperti itu dari 2017," tegasnya.

Pasalnya, fee tersebut sudah disepakati sejak awal. Adapun penerima fee sebagian besar adalah pejabat Kemenpora yang berhubungan langsung dengan proposal permintaan dana hibah yang diajukan KONI.

Dalam kasus ini, Mulyana didakwa menerima suap Rp 400 juta, 1 unit Toyota Fortuner dan satu ponsel Samsung Galaxy Note 9. Suap tersebut diberikan oleh Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara KONI Johny E Awuy.

Mulyana diduga menerima uang dan barang bersama-sama dengan dua bawahannya. Masing-masing yakni pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Kemenpora Eko Triyanto.

Jaksa menduga pemberian uang, mobil dan ponsel itu diduga agar supaya Mulyana membantu mempercepat proses persetujuan dan pencairan dana hibah Kemenpora RI yang akan diberikan kepada KONI pada Tahun Anggaran 2018.[ris]

Komentar

Embed Widget
x