Find and Follow Us

Rabu, 23 Oktober 2019 | 21:18 WIB

Niat Nolong, Motor Malah 'Melayang'

Minggu, 12 Mei 2019 | 22:32 WIB
Niat Nolong, Motor Malah 'Melayang'
(Foto: Beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Sampang - Niat menolong, F (50), warga Desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, malah menjadi korban penipuan dan penggelapan hingga kehilangan satu unit sepeda motor.

Singkat cerita, peristiwa penipuan dengan penggelapan kendaraan bermotor saat korban diajak pelaku yakni M untuk menemui keluarganya di Desa Banjar Talelah, Kecamatan Camplong dengan tujuan menagih hutang. Pelaku mengajak korban karena pelaku mengaku tidak mempunyai sepeda motor.

"Korban tidak terlalu kenal dengan pelaku, namun karena korban kasihan dan dapat bayaran setelah menagih hutang, korban pun mengiyakan sepeda motor merek Honda beatnya dipinjam dengan catatan korban juga ikut ke Camplong karena masih was-was dengan pelaku. Kejadiannya sore hari, Jumat pekan lalu," terang Wasik (47) keluarga korban sekaligus saksi, Minggu (12/5/2019).

Lanjut Wasik menceritakan, sesampai di rumah keluarga pelaku yang disebut mempunyai hutang, F kemudian meminjam sepeda motor serta sempat membawa handphone milik korban.

"Ketika sampai di rumah yang dituju, penghuni rumahnya kosong, saat itu pula pelaku berpura-pura pinjam sepeda motor korban untuk keluar hanya lima menit dan tahunya sepeda motor korban tidak kembali. Bahkan korban ditinggal di rumah itu hingga penghuni rumahnya datang," imbuhnya.

Niat baik keluarga korban masih dipertahankan dengan mencoba melakukan penyelesaian secara kekeluargaan dan meminta pelaku mengembalikan sepeda motor korban."Tapi upaya itu tidak diindahkan sama pelaku selama jeda waktu seminggu, bahkan sampai sekarang keberadaannya tidak diketahui. Makanya kami laporkan ke Polres," tegasnya.

Sementara Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Subiyantana saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan warga Desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdung, terkait penipuan dan penggelapans kendaraan bermotor. Menurutnya, secara prosedural laporan tersebut nantinya akan dilakukan penyelidikan terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap penyidikan. "Jika sudah memenuhi dua alat bukti, maka nantinya masuk ke tahap penyidikan dan mencari pelakunya," tandasnya.[BeritaJatim].

Komentar

x