Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 20:53 WIB

TKN Minta Stop Provokasi Berlebihan

Minggu, 12 Mei 2019 | 20:34 WIB
TKN Minta Stop Provokasi Berlebihan
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin meminta semua pihak tidak menyebarkan provokasi yang merugikan. Hal itu seperti disampaikan Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily.

Ace meminta tindakan provokasi dihentikan melihat proses penangkapan yang baru dilakukan kepolisian terhadap seorang pria mengancam Presiden Jokowi yang videonya viral.

"Kami yakin perilaku seperti ini karena ada pihak-pihak yang selalu memprovokasi dan memanas-manasi pendukungnya untuk tetap bersikap anti-Pak Jokowi secara berlebihan. Sebaiknya, siapapun itu termasuk BPN, agar jangan terus memanas-manasi para pendukungnya untuk bersikap yang berlebihan dalam merawat militansi pendukungnya dengan kebencian seperti itu," kata Ace saat dihubungi, Minggu (12/5/2019).

Ace mengimbau agar kasus ini diserahkan ke pihak berwenang. Dia meminta tidak ada pihak yang memanas-manasi, apalagi sedang masuk bulan Ramadhan.

"Kita jaga tutur kata kita agar jangan menghasut rakyat dengan opini-opini yang memanaskan situasi. Soal hasil pemilu, kita tunggu hingga tanggal 22 Mei ini. Walaupun kami yakin tidak akan jauh berbeda dengan hasil hitung cepat dan real count yang kami punya, yaitu pasangan Jokowi-Kiai Ma'ruf yang menang," paparnya.

HS ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor. HS diduga mengancam Jokowi dengan kalimat 'Dari Poso nih. Siap penggal kepala Jokowi. Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya. Demi Allah'. Dia ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan pasal makar.

Komentar

x