Find and Follow Us

Selasa, 25 Juni 2019 | 11:37 WIB

Mudik Lebaran, Jatim Siapkan 26 Titik Rest Area

Minggu, 12 Mei 2019 | 18:32 WIB
Mudik Lebaran, Jatim Siapkan 26 Titik Rest Area
(Foto: ist)

INILAHCOM, Surabaya - Pemprov Jatim terus melakukan berbagai langkah persiapan, antisipasi dan koordinasi untuk memastikan arus mudik dan balik lebaran tahun ini berjalan dengan lancar.

Kesiapan ini terdiri dari aspek angkutan lebaran, ketersediaan rest area, pos pelayanan kesehatan pemudik, sampai dengan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat mengikuti Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran tahun 2019 bidang Lalu Lintas di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (12/5/2019).

Khofifah, sapaan lekat Gubernur Jatim itu mengatakan, total penumpang saat arus mudik dan balik di Jatim pada Lebaran tahun ini diprediksi mencapai 7,12 juta orang.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar atau sekitar 3,4 juta orang akan melakukan perjalanan darat terutama menggunakan armada bus.

Tingginya jumlah arus mudik via darat ini didukung dengan telah beroperasinya jalan tol mulai Ngawi sampai dengan Probolinggo dan tol Pandaan ke Malang yang rencananya Senin (13/5/2019) besok akan diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo.

"Untuk itu, kami akan terus mengecek kelayakan bus yang akan beroperasi, karena dengan meningkatnya jumlah penumpang biasanya bus yang sudah tidak layak akan kembali digunakan," katanya.

Untuk mendukung perjalanan mudik via darat ini, Pemprov Jatim juga menyiapkan 26 titik rest area yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.

Khofifah memastikan di rest area juga akan tersedia pos-pos pelayanan kesehatan yang akan mengecek kondisi pemudik baik pengemudi atau penumpang. Termasuk PMI yang akan menyiapkan 134 titik layanan kesehatan. Rest area ini juga akan disiapkan di terminal, stasiun kereta api dan pelabuhan.

"Termasuk keberadaan masjid atau musala di rest area sangat penting, karena tidak hanya untuk tempat ibadah tapi juga untuk istirahat. Tim kesehatan juga bisa memberikan layanan psiko sosial therapy bagi anak-anak terutama di musala dan masjid," ujarnya. [beritajatim]

Komentar

x