Find and Follow Us

Kamis, 19 September 2019 | 06:22 WIB

PA 212: FPI Terdepan Dalam Aksi Kemanusian

Oleh : Willi Nafie | Sabtu, 11 Mei 2019 | 21:01 WIB
PA 212: FPI Terdepan Dalam Aksi Kemanusian
Juru bicara Persaudaraan Alumni 212, Habib Novel Chaidir Bamukmin - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Beberapa waktu terakhir viral, adanya petisi di change.org yang meminta Kementerian Dalam Negeri (kemendagri) tak memperpanjang izin organisasi masyarakat (ormas) Fron Pembela Islam (FPI).

Dalam situs resmi Kemendagri, izin ormas FPI ditandai dengan nomor Surat Keterangan Terdaftar (SKT) 01-00-00/010/D.III.4/VI/2014. SKT itu berlaku sejak 20 Juni 2014 hingga 20 Juni 2019.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Persaudaraan Alumni 212, Habib Novel Chaidir Bamukmin, menyatakan FPI bagian dari reformasi dan ingin menegakkan amar ma'ruf nahi munkar agar tercipta Islam yang rahmatan lil 'alamin. Untuk itu, tidak tepat adanya pihak yang meminta agar Kemendagri tak memperpanjang izin FPI.

"FPI lahir dari semangat reformasi agar Indonesia menjadi negara yang penuh dengan keberkahan. karena negara ini merdeka atas berkat rahmat Allah dan tujuan FPI sejalan yaitu sebagai pelayan umat menegakkan amar ma'ruf nahi munkar agar tercipta Islam yang rahmatan lil alamin," kata Novel, Sabtu (10/5/2019).

Menurut Novel, sepak terjang FPI sudah tak diragukan lagi terutama dalam berbagai aksi kemanusiaan. Salah satunya membantu korban bencana.

"FPI sudah terbukti paling terdepan dalam aksi kemanusian. Dari tsunami Aceh, hanya FPI bertahan 1 tahun lebih dengan 1.300 anggota FPI dan LPI dan pengevakuasi paling terbanyak hingga sampai kurang lebih 60 ribu mayat tanpa bantuan pemerintah. Dan itu terus berlangsung sampai saat ini, yaitu aksi kemanusian oleh FPI yang dibidangi langsung sayap organisasi FPI yaitu Hilmi. Terakhir FPI turun aksi kemanusian di banjir Sigi dan banjir Gresik," pungkasnya. [fad]

Komentar

x