Find and Follow Us

Selasa, 23 Juli 2019 | 07:01 WIB

Eggi Tersangka, Gerindra: Ada 'Pelecehan' Hukum

Oleh : Willi Nafie | Sabtu, 11 Mei 2019 | 10:33 WIB
Eggi Tersangka, Gerindra: Ada 'Pelecehan' Hukum
Politikus Partai Gerindra Ilal Ferhard - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Politikus Partai Gerindra Ilal Ferhard menilai ada yang salah dalam proses penetapan tersangka terhadap advokat Eggi Sudjana. Pasalnya kasus makar yang dituduhkan ke Eggi samar alias tak jelas.

"Ini adalah pelecehan hukum yang dilakukan kepolisian terhadap Eggi Sudjana sebagai tsk dalam kasus yang tidak jelas legal standingnya," kata Ilal, Sabtu (11/5/2019).

Ilal menduga ada motif politik dibalik status Eggi sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya terkait dugaan kasus makar.

"Karena di dalam mentersangka kan seseorang harus ada prosedur atau SOP yang jelas tidak main main dan bisa di pra peradilan untuk kasus tersebut. Jadi saya lihat kepolisian memenuhi pesanan sehingga melecehkan persoalan hukum untuk Eggi Sudjana," tuturnya.

Seruan people power yang dilontarkan calon anggota legislatif Partai Amanat Nasional (PAN), Eggi Sudjana, menyebabkan dirinya ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar oleh penyidik Polda Metro Jaya. Eggi dilaporkan Suryanto, relawan Jokowi-Ma'ruf Center (Pro Jomac).

Laporan tersebut teregister tanggal 19 April 2019 dengan tuduhan makar. Laporan tersebut telah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Dijerat pasal keonaran.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, Eggi dijerat pasal berlapis atas kasus dugaan makar terkait dengan seruan people power tersebut. Pasal-pasal yang menjerat Eggi itu mengatur tentang tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara/makar dan atau menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat dan atau menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau kabar yang tidak lengkap.

"(Eggi Sudjana) dijerat Pasal 107 KUHP dan/atau Pasal 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP dan/atau Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946," kata Argo Yuwono, Kamis (9/5/2019) kemarin.

Setelah mendapatkan bukti permulaan yang cukup, penyidik melakukan gelar perkara pada Rabu lalu dan menaikkan status Eggi Sudjana dari saksi menjadi tersangka. Selanjutnya, penyidik mengagendakan pemanggilan Eggi untuk dimintai keterangan sebagai tersangka pada Senin pekan depan. [rok]

Komentar

x