Find and Follow Us

Rabu, 18 September 2019 | 21:37 WIB

DPR Sebut Peredaran Narkoba Masih Marak di Jakarta

Jumat, 10 Mei 2019 | 21:41 WIB
DPR Sebut Peredaran Narkoba Masih Marak di Jakarta
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi III DPR, Ahmad Sahroni mengatakan peredaran narkoba di Indonesia khususnya Ibu Kota Jakarta masih marak. Buktinya, Polres Jakarta Barat kembali menggagalkan penyelundupan narkoba jaringan internasional Amerika Serikat dan China.

"Pelaku jaringan narkoba internasional ini tidak pernah berhenti untuk merusak bangsa kita dengan memasok dan suplai narkoba ke Indonesia, khususnya Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Indonesia sekaligus pasar terbesar narkoba," kata Sahroni, Jumat (10/5/2019).

Oleh karena itu, Sahroni mengapresiasi upaya Polres Jakarta Barat yanh berhasil menggagalkan penyelundupan ratusan kilogram sabu jaringan internasional dalam kurun satu bulan terakhir. Menurut dia, hal tersebut demi menyelamatkan generasi bangsa terhindar dari narkoba.

"Bayangkan jika barang-barang haram tersebut tidak mampu dicegah oleh penegak hukum kita? Apa yang dilakukan Polres Jakarta Barat adalah capaian yang harus kita sambut dengan apresiasi. Setiap elemen pemerintah dan masyarakat berjuang bersama membebaskan bangsa dari belenggu narkoba," ujarnya.

Berdasarkan data BNN yang dirilis awal 2019, dari 4,5 juta pengguna narkoba di Indonesia bahwa 24 persen merupakan latar belakang pelajar dan 59 persen para pekerja. Maka, target para pengedar ini menyasar usia produktif yang seharusnya sebagai generasi penerus bangsa.

"Jika saja setiap polres atau polsek mampu bekerja optimal seperti yang dilakukan Polres Jakbar, saya yakin kita bisa menyelamatkan generasi muda dari ketergantungan narkoba. Tentunya tidak hanya dari sisi penindakan, tapi juga pencegan," jelas dia.

Sementara Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendiz mengatakan pihaknya menangkap seorang warga negara China yakni Cui Ming dan dua WNI bernama Dasuki dan Budi Suprayitno sebagai kurir di Kantor Pos Daan Mogot, Jakarta Barat pada 11 April 2019.

"Di sini diamankan paket sabu seberat 6 kilogram dari Amerika. Kemudian, polisi menangkap kurir asal China yaitu Li Xiufen (22) di Tebet, Jakarta Selatan dengan barang bukti 10 kilogram sabu siap edar. Jadi, sabu yang disita 16 kilogram," katanya.

Menurut dia, Polres Jakarta Barat juga sebelumnya menyita 120 kilogram sabu dari Myanmar. Kasus ini berhasil diungkap atas kerja sama Polres Metro Jakarta Barat dan Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta.

"Polres Jakbar yang mendapat informasi akan adanya pengiriman sabu dari Amerika berkoordinasi dengan bea cukai untuk menggagalkan penyelundupan tersebut," tandasnya. [ton]

Komentar

x