Find and Follow Us

Minggu, 22 September 2019 | 13:53 WIB

Voter Desak Periksa Iwan Budianto dan Ratu Tisha

Jumat, 10 Mei 2019 | 13:55 WIB
Voter Desak Periksa Iwan Budianto dan Ratu Tisha
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bila kemarin supporter, kini giliran voter yang mendesak Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri segera memeriksa jajaran Komite Eksekutif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), termasuk Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Iwan Budianto dan juga Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria.

"Kalau Satgas memang mau bersih-bersih PSSI, sudah menjadi konsekuensi logis untuk memeriksa semua jajaranExco (Executive Committee atau Komite Eksekutif, red) yang diduga terlibatmatch fixing. Satgas tidak boleh pandang bulu, sesuai asas equality before the law (kesetaraan di muka hukum)," ujar Presiden Persijap Jepara Esti Puji Lestari, salah satu voter atau pemilik hak suara PSSI, di Jakarta, Jumat (10/5/2019).

IB, panggilan akrab Iwan Budianto, adalah salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI. Menurut Satgas Antimafia Bola, sebanyak 13 dari 15 anggota Komite Eksekutif PSSI diduga terlibat match fixing atau pengaturan skor pertandingan. Adapun Ratu Tisha telah beberapa kali diperiksa Satgas sebagai saksi match fixing.

Esti berpendapat, setelah memeriksa seluruh jajaran Komite Eksekutif PSSI, Satgas harus melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah mereka kemudian menjadi tersangka atau tidak.

Sebelumnya, hal senada disampaikanKetua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia Ignatius Indro. Voterlainnya, Persipura Jayapura, pun setali tiga uang.

Asisten Manajer Persipura, Bento Madubun, mendukung langkah Satgas Antimafia Bola untuk bersih-bersih PSSI. Ketika Satgas sudah bertindak, kini giliran PSSI yang harus bergerak, yakni dengan mempercepat Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih Ketua Umum PSSI yang baru.

"Kami ingin sepak bola kami bersih. Hal paling utama adalah apa yang sudah dilakukan Satgas harus ditindaklanjuti. Caranya bagaimana? Apa yang menurut Satgas tidak beres di dalam, mari kita bersihkan," ujarnya seperti dilansir sebuah media.

Bento menilai, ada yang sedang berusaha melanggengkan kekuasaan di PSSI, dan itu bisa menyinggung Satgas Antimafia Bola. "Jangan karena kekuasaan lalu PSSI korbankan yang lain. Jangan sampai aparat tersinggung," pintanya.

Kasus duagan suap yang menyeret IB ini bermula dari laporan mantan Manajer Tim Perseba Bangkalan, Imron Abdul Fattah, pada delapan besar Piala Soeratin 2009, awal Januari lalu. Saat itu Imron mengucurkan dana Rp 140 juta sebagai setoran untuk menjadi tuan rumah fase delapan besar. Satgas menemukan adanya aliran dana kepada IB dan jajarannya ketika masih menjabat Ketua Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) 2009.

Satgas menyatakan IB bisa menjadi tersangka kasus ini. Namun polisi masih melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini sudah naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Dalam waktu dekat IB akan dipanggil kepolisian. IB pun siap kooperatif.

Selain IB, kasus ini juga menyeret manajer Madura United, Haruna Soemitro, yang waktu itu menjabat Ketua Pengda PSSI Jawa Timur. Setoran uang dari Imron diduga prosesnya melewati Haruna (www.bola.com, 17 Januari 2019).

Sedangkan Ratu Tisha telah beberapa kali diperiksa Satgas, terakhir Jumat (29/3/2019). Menurut Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, pemeriksaan kepada Tisha sama seperti sebelumnya, hanya sebagai saksi untuk empat tersangkamatch fixing. Tapi tidak tertutup kemungkinan jika nanti Tisha ataupun petinggi PSSI lainnya ditetapkan sebagai tersangka. [rok]

Komentar

x