Find and Follow Us

Rabu, 26 Juni 2019 | 08:12 WIB

Politisi Gerindra Permadi Dilaporkan ke Polisi

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 10 Mei 2019 | 05:16 WIB
Politisi Gerindra Permadi Dilaporkan ke Polisi
Politikus Partai Gerindra, Permadi

INILAHCOM, Jakarta - Politikus Partai Gerindra, Permadi dipolisikan oleh seorang pengacara bernama Fajri Safi'i di Polda Metro Jaya. Fajri melaporkan Permadi terkait video viralnya di media sosial berdurasi 2 menit 45 detik yang menyebut revolusi.

Fajri berniat untuk membuat laporan dengan terlapor Permadi. Namun menurut dia, polisi sudah lebih dulu membuat laporan sendiri dan dirinya tidak perlu membuat laporan baru.

"Kita enggak perlu buat laporan polisi (LP) lagi menindaklanjuti LP yang sudah ada katanya oleh tim cyber dan nanti kita akan dipanggil sebagai saksi. Setelah kita sampai sini, katanya sudah ada laporan polisi nah itu LP nya LP A. Kalau LP A itu polisi yamg buat laporan sendiri, temuan polisi," kata Fajri di Polda Metro Jaya, Kamis (9/5) malam.

Sehingga, dirinya berkonsultasi dan nantinya ia akan dijadikan saksi dalam kasus ini.

"Polda sudah mengatakan kalau ini temuan cyber ya tanpa laporan masyarakat pun polisi bertindak. Itu kan tindak pidana umum, ya tanpa laporan polisi boleh bertindak," ujarnya.

Dalam kedatangannya, ia membawa bukti berupa video yang mana Permadi menyebut revolusi. Ia menilai apa yang diucapkan Permadi sungguh merisaukan masyarakat.

"Tadi hanya saya menunjukan beberapa video dan yang diunggah di beberapa YouTube ada dan itu tersebar di akun YouTube lain. Itu yang berpotensi menyulut kebencian orang yang membaca dan melihat video itu. Sebagai anak bangsa saya dirugikan pasti. Saya mau bernegara ini selama-lamanya, bukan batas pemilu ini, ngapain kita bernegara sampai pemilu ini bubar," jelas dia.

"Kalimat pertama yang saya soroti (dalam video itu) bahwa kita ini, negara ini sudah dikendalikan oleh Cina. Orang berkulit putih itu yang mengendalikan bangsa ini dan akan menjajah bangsa ini. Kemudian kalimat kedua yang sangat penting sekali, jangan tunduk kepada konstitusi Indonesia, kita harus revolusi, harus bubarkan negara ini," sambungnya.

Lebih lanjut ia mengklaim dalam waktu dekat akan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya sebagai saksi.

"Nanti mereka akan komunikasikan, polisi akan nelpon saya untuk dipanggil ke Polda," tandasnya.[ris]

Komentar

x