Find and Follow Us

Rabu, 18 September 2019 | 21:46 WIB

Edarkan Narkoba, WNA Lolos dari Tuntutan Mati

Kamis, 9 Mei 2019 | 02:13 WIB
Edarkan Narkoba, WNA Lolos dari Tuntutan Mati
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Dua warga negara Malaysia yakni Chia Kim Hwa dan Henry Lau Kie Lee lolos dari tuntutan hukuman mati. Meskipun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai kedua terdakwa terbukti menjadi kurir narkoba.

Dalam surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, kedua terdakwa dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam Pasal 113 ayat 2, Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 UU RI Nomor 35 tahun 2009. Dalam pasal yang didakwakan ini, hukuman maksimalnya adalah pidana mati.

"Mohon pada majelis hakim agar menjatuhkan pidana selama 20 tahun penjara," ujar jaksa Winarko di ruang sidang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (8/5/2019).

Selain hukuman pidana, kedua terdakwa juga didenda sebesar Rp 3 miliar. Apabila tidak dibayar, maka digantikan dengan pidana 10 bulan kurungan.

Menanggapi tuntutan ini, terdakwa melalui kuasa hukumnya yakni Fariji meminta waktu satu minggu pada majelis hakim untuk menyusun pledoi/pembelaan.

"Mohon waktu satu minggu untuk menyusun nota pembelaan yang mulia," ujarnya.

Sebelumnya, kedua terdakwa diketahui menyelundupkan narkotika jenis sabu seberat 1,05 Kg melalui Bandara Juanda Surabaya. Meski membawa sabu dengan cara hanya ditempelkan di badan dengan menggunakan selotip, keduanya mengaku dapat lolos begitu saja dari pemeriksaan petugas di bandara.

Mereka mengaku hanya menerima perintah dari bandar di Malaysia untuk membawa sabu tersebut ke Indonesia. Mereka bersedia membawa sabu-sabu ke Surabaya karena dijanjikan pekerjaan di Hongkong.

Keduanya diketahui menginap di Hotel BG Junction, hingga kemudian ditangkap setelah lima jam mendarat dari bandara. Barang bukti sabu-sabu sempat disembunyikan di balik ranjang kamar hotel.

Kedua terdakwa kemudian ditangkap oleh Polda Jawa Timur di Hotel Choice BG Junction pada 19 Oktober 2018 lalu.

Usai sidang, pengacara keduanya Fariji mengaku bersyukur lantaran kliennya ini tidak jadi dihukum mati.

"Alhamdulillah, yang jelas tuntutannya nggak mati, kami akan ajukan pembelaan ke depan," tandasnya.[beritajatim]INILAHCOM, Surabaya - Dua warga negara Malaysia yakni Chia Kim Hwa dan Henry Lau Kie Lee lolos dari tuntutan hukuman mati. Meskipun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai kedua terdakwa terbukti menjadi kurir narkoba.

Dalam surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, kedua terdakwa dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam Pasal 113 ayat 2, Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 UU RI Nomor 35 tahun 2009. Dalam pasal yang didakwakan ini, hukuman maksimalnya adalah pidana mati.

"Mohon pada majelis hakim agar menjatuhkan pidana selama 20 tahun penjara," ujar jaksa Winarko di ruang sidang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (8/5/2019).

Selain hukuman pidana, kedua terdakwa juga didenda sebesar Rp 3 miliar. Apabila tidak dibayar, maka digantikan dengan pidana 10 bulan kurungan.

Menanggapi tuntutan ini, terdakwa melalui kuasa hukumnya yakni Fariji meminta waktu satu minggu pada majelis hakim untuk menyusun pledoi/pembelaan.

"Mohon waktu satu minggu untuk menyusun nota pembelaan yang mulia," ujarnya.

Sebelumnya, kedua terdakwa diketahui menyelundupkan narkotika jenis sabu seberat 1,05 Kg melalui Bandara Juanda Surabaya. Meski membawa sabu dengan cara hanya ditempelkan di badan dengan menggunakan selotip, keduanya mengaku dapat lolos begitu saja dari pemeriksaan petugas di bandara.

Mereka mengaku hanya menerima perintah dari bandar di Malaysia untuk membawa sabu tersebut ke Indonesia. Mereka bersedia membawa sabu-sabu ke Surabaya karena dijanjikan pekerjaan di Hongkong.

Keduanya diketahui menginap di Hotel BG Junction, hingga kemudian ditangkap setelah lima jam mendarat dari bandara. Barang bukti sabu-sabu sempat disembunyikan di balik ranjang kamar hotel.

Kedua terdakwa kemudian ditangkap oleh Polda Jawa Timur di Hotel Choice BG Junction pada 19 Oktober 2018 lalu.

Usai sidang, pengacara keduanya Fariji mengaku bersyukur lantaran kliennya ini tidak jadi dihukum mati.

"Alhamdulillah, yang jelas tuntutannya nggak mati, kami akan ajukan pembelaan ke depan," tandasnya.[beritajatim]

Komentar

x