Find and Follow Us

Minggu, 26 Mei 2019 | 19:37 WIB

Menag Siap Buka Soal Dugaan Terima Rp 10 Juta

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 8 Mei 2019 | 14:33 WIB
Menag Siap Buka Soal Dugaan Terima Rp 10 Juta
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memenuhi panggilan pemeriksaan dari tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pagi ini, Rabu (8/5/2019).

Lukman diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus dugaan jual-beli jabatan di Lingkungan Kemenag yang menyeret mantan Ketum PPP Romahurmuziy alias Romi. Ia mengaku enggan bicara soal materi perkara.

"Yang terkait dengan materi perkara tentu tidak pada tempatnya kalau saya menyampaikan di sini," katanya di Gedung KPK, Rabu (8/5/2019).

Terkait dugaan ia menerima uang Rp 10 juta dari Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin, yang merupakan tersangka kasus jual beli jabatan, ia mengaku akan menyampaikan ke penyidik KPK.

"Secara etis tentu saya tidak pada tempatnya untuk menyampaikan di sini. Saya menyampaikan secara resmi di hadapan penyidik KPK," tegas Lukman.

Sebagaimana diberitakan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memenuhi panggilan pemeriksaan dari tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pagi ini, Rabu (8/5/2019). Pantauan di lokasi, Lukman tiba dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan Lukman diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus dugaan jual-beli jabatan di Lingkungan Kemenag yang menyeret mantan Ketum PPP, Romahurmuziy alias Romi.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk RMY," katanya di Jakarta, Rabu (8/5/2019)

Diketahui, penerimaan uang Rp 10 juta untuk Lukman, berawal dari fakta persidangan praperadilan Rommy di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/5/2019) kemarin.

Lukman diberikan uang oleh Haris di Pondok Pesantren Tubu Ireng, Jombang, Jawa Timur, pada 9 Maret 2019.

Uang yang diberikan Haris sebagai kompensasi atas terpilihnya Haris sebagai Kakanwil Kemenag, Jawa Timur. Haris sendiri dilantik oleh Menag Lukman Hakim pada tanggal 5 Maret 2019.

Komentar

x