Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 20:43 WIB

Demokrat: Selamatkan Prabowo dari Perangkap Sesat

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 6 Mei 2019 | 14:27 WIB
Demokrat: Selamatkan Prabowo dari Perangkap Sesat
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Hubungan Partai Demokrat dengan koalisi adil dan makmur pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno sepertinya semakin panas.

Kini, Demokrat mengaku ingin selamatkan Prabowo dari kelompok perangkap sesat yang memasok angka kemenangan pemilu presiden 2019 sebesar 62 persen.

"Partai Demokrat ingin menyelamatkan Pak Prabowo dari perangkap sesat yang memasok angka kemenangan 62 persen," kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief melalui twitter yang dikutip Senin (6/5/2019).

Menurut dia, dalam koalisi adil dan makmur itu ada Partai Gerindra, Partai Demokrat, PKS, PAN, Partai Berkarya dan rakyat. Dalam perjalanan, muncul elemen setan gundul yang tidak rasional, mendominasi.

"Dan cilakanya Pak Prabowo mensubordinasikan dirinya. Setan gundul ini yang memasok kesesatan menang 62 persen," ujarnya.

Di samping itu, Andi Arief mengatakan Demokrat hanya ingin melanjutkan koalisi dengan Gerindra, PAN, PKS, Partai Berkarya dan rakyat. Namun, Andi Arief seperti mengingatkan Prabowo terkait posisi Demokrat dalam koalisi adil dan makmur.

"Jika Prabowo lebih memilih mensubordinasikan koalisi dengan kelompok setan gundul, Demokrat akan memilih jalan sendiri yang tidak khianati rakyat," jelas dia.

Menurut dia, gerakan rakyat itu hancur lebur karena setan gundul memberi info sesat bahwa pasangan nomor 02 menang 62 persen dalam pemilu presiden 2019.

"Tidak ada people power berbasis hoaks. Hoaks bisa menghasilkan kemarahan dan amuk, tapi tak mungkin timbulkan people power. Setidaknya sejarah menunjukkan itu," katanya.

Sementara Politisi Partai Demokrat, Benny K Harman pun menimpali cuitan Andi Arief terkait posisi Demokrat yang ingin selamatkan Prabowo dari kesesatan setan gundul tersebut.

"Bukan setan gundul, tapi monster demokrasi atau genderuwo, tangan-tangan kotor yang tidak kelihatan yang menjadi benalu demokrasi. Namanya benalu, yah lama-lama makan tuannya sendiri!" tandasnya. [rok]

Komentar

x