Find and Follow Us

Sabtu, 21 September 2019 | 06:30 WIB

PDIP Apresiasi Bawaslu Memproses Kecurangan Pemilu

Oleh : Aris Danu | Kamis, 2 Mei 2019 | 21:03 WIB
PDIP Apresiasi Bawaslu Memproses Kecurangan Pemilu
Politisi PDI Perjuangan, Marinus Gea - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Politisi PDI Perjuangan, Marinus Gea mengapresiasi kerja Bawaslu dan Gakkumdu yang telah memproses laporan masyarakat terkait dugaan adanya politik uang selama pemilu serentak 2019.

Marinus dilaporkan berdama Yayno dan Putri Ayu Anisya tertanggal 29 April 2019. Kemudian, Marinus menanggapi putusan Bawaslu terhadap laporan nomor 13/LP/PL/KOT/11.03/IV/2019.

"Jadi saya sangat apresiasi Bawaslu dan Gakkumdu yang telah memproses laporan itu dan menghasilkan suatu keputusan yang sangat fair," kata Marinus di Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Di sisi lain, Marinus mengapresiasi masyarakat yang membuat laporan ke Bawaslu. Karena menurut dia, laporan itu bagian untuk mencari keadilan. Akan tetapi, penyelenggara perlu dapat penghargaan.

"Penyelenggara sudah memproses sesuai mekanisme Undang-undang, tidak bisa semau kita," ujarnya.

Di samping itu, Marinus menyoroti soal penghitungan suara yang dinilai sudah sesuai mekanisme dan transparan. Sebab, sudah ada saksi-saksi dari partai. Bahkan, peraturan KPU sudah mensyaratkan bahwa C1 itu ditempel di setiap kelurahan.

"Lalu bagaimana kita mau melakukan tindakan curang. Semua terbuka dan transparan," jelas dia.

Berdasarkan hasil pembahasan pertama Sentra Gakkumdu Bawaslu Kota Tangerang Selatan terhadap laporan yang masuk, Bawaslu Kota Tangerang Selatan tidak menindaklanjuti ke tahapan pembahasan kedua (2) Sentra Gakkumdu.

Bawaslu mencantumkan alasan menghentikan laporan tersebut karena kurangnya bukti-bukti dugaan pelanggaran pidana politik uang sebagaimana diatur dalam Pasal 523 ayat (2) dan (3) UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. [adc]

Komentar

x