Find and Follow Us

Selasa, 23 Juli 2019 | 19:34 WIB

Banjir-Longsor Bengkulu Diduga Karena Hutan Gundul

Senin, 29 April 2019 | 23:29 WIB
Banjir-Longsor Bengkulu Diduga Karena Hutan Gundul
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Provinsi Bengkulu diduga lantaran penggundulan hutan yang diperuntukkan tambang batu bara di kawasan tersebut.

Direktur Kanopi Bengkulu Ali Akbar menjelaskan selain aktivitas tambang batu bara, perkebunan sawit di Daerah Aliran Sungai (DAS) juga salahsatu faktor penyebab banjir dan longsor di Bengkulu.

"Tidak mengherankan kalau korban terbanyak ada di Bengkulu Tengah karena wilayah tangkapan air di kawasan penyangga Hutan Lindung Bukit Daun tidak lagi berfungsi secara ekologis sehingga air permukaan tidak ada yang menahan," jelasnya.

Menurut dia, banjir di Bengkulu sudah kerap terjadi terutama setiap diguyur hujan deras. Bahkan sungai yang ada pun sudah tidak lagi mampu menampung aliran air yang mengalir dari gunung.

Seperti halnya Sungai Ketahun, Sungai Musi, Sungai Manna dan Sungai Air Bengkulu. Namun kebanyakan daerah aliran sungai kini kondisinya sudah memprihatinkan karena adanya tambang batu bara.

Sebelumnya, diberitakan korban tewas musibah banjir dan longsor di Kabupaten Bengkulu mencapai 29 orang dan 13 orang lainnya masih hilang atau belum ditemukan. Jumlah korban tewas terbanyak berada di Kabupaten Bengkulu Tengah sebanyak 22 orang.

Kebanyakan korban tewas akibat longsor yang terjadi di Kaki Gunung Bungkuk di Kabupaten Bengkulu Tengah. Sedangkan sisanya berada di Kabupaten Kepahiang sebanyak 3 orang, Kabupaten Lebong sebanyak 1 orang dan Kota Bengkulu sebanyak 3 orang. [adc]

Komentar

x