Find and Follow Us

Rabu, 26 Juni 2019 | 08:19 WIB

Sidang Ratna, Ahli Bahasa Jelaskan Makna Keonaran

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Kamis, 25 April 2019 | 21:22 WIB
Sidang Ratna, Ahli Bahasa Jelaskan Makna Keonaran
(Foto: Inilahcom/Eusebio CM)

INILAHCOM, Jakarta - Ahli Bahasa Wahyu Wibowo memaparkan pendapat soal makna dari keonaran. Dakwaan keonaran sendiri dialamatkan kepada terdakwa Ratna Sarumpaet dalam kasus hoax penganiayaan.

Wahyu menjelaskan keonaran diartikan sebagai keributan. Keributan menurut dia, tak melulu harus ada kontak fisik.

"Keonaran dari kata onar. Onar dari fakta kamus adalah keributan. Dalam konteks tersebut, keributan tak harus secara fisik. Keonaran itu bisa saja buat orang bertanya-tanya, buat orang gaduh dalam konteks filsafat bahasa," kata Wahyu saat bersaksi sebagai ahli di sidang kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet di PN Jaksel, Kamis (25/4/2019).

Wahyu menjelaskan keonaran bisa terjadi bila ada pesan yang disampaikan oleh orang yang disorot, dalam hal ini adalah publik figur. Ucapan publik figur di media sosial akan berdampak di dunia nyata.

"Apakah seseorang menyampaikan sesuatu yang berkaitan politik apa berpengaruh? Kalau itu penuturnya orang umum ada dampak atau tidak?" tanya jaksa dalam persidangan.

"Kalau penutur (orang) umum tidak, Kalau publik figur mungkin ada dampak," jawab Wahyu.

Ratna Sarumpaet didakwa membuat keonaran dengan menyebarkan kabar hoax penganiayaan. Ratna disebut sengaja membuat kegaduhan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak yang diklaim akibat penganiayaan.

Ratna Sarumpaet didakwa dengan Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 28 UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE. [ton]

Komentar

x