Find and Follow Us

Kamis, 27 Juni 2019 | 10:20 WIB

Polri Buru Penyebar Video Surat Suara Dibakar

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Rabu, 24 April 2019 | 18:46 WIB
Polri Buru Penyebar Video Surat Suara Dibakar
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Polri mengatakan narasi-narasi pembakaran surat suara sisa pencoblosan di Papua dengan sistem noken tak sesuai dengan kejadian sebenarnya. Polri kini tengah mengejar penyebar video yang menambahi narasi-narasi yang disebut berbau provokatif.

"Dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua akan melakukan investigasi terhadap akun yang menyebarkan info tersebut dan menambah lagi narasinya," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Dedi sebelumnya telah menjelaskan bahwa surat suara yang dibakar di Papua adalah surat suara yanf sudah tidak terpakai hasil sistem noken. Pembakaran surat suara ini dilakukan agar tidak disalahgunakan.

Dedi pun menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan video-video dengan tambahan narasi yang berbau provokatif yang bisa membuat gaduh.

"Kita imbau yang bisa membuat gaduh di media sosial itu bisa dijerat undang-undang ITE, terhadap pemilik akun yang menyebarkan berita bohong, yang tidak sesuai fakta yang sebenarnya," jelas Dedi.

Dalam video viral surat suara dibakar di Distrik Tingginambut, Puncak Jaya, Papua, Dedi membenarkan kejadian itu. Pembakaran surat suara yang tak lagi terpakai itu dilakukan pada 23 April 2019 lalu.

Namun, dalam video yang viral, ada narasi-narasi yang menyebut aksi pembakaran dilakukan karena kecewa surat suara Pilpres 2019 dicoblos oleh bupati.

"Selamat siang. Inilah tempat pembakaran kotak suara maupun surat suara di Distrik Tingginambut. Masyarakat melakukan pembakaran, tolong teman-teman viralkan di media sosial," kata pria di video.

"Di Kabupaten Puncak Jaya, tidak ada Pilpres. Di desa-desa, di distrik-distrik semuanya surat suara diikat jadi satu oleh seorang bupati," tambah pria itu. [adc]

Komentar

x