Find and Follow Us

Selasa, 18 Juni 2019 | 00:56 WIB

Surat Suara Dibakar di Papua, Ini Penjelasan Polri

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Rabu, 24 April 2019 | 15:47 WIB
Surat Suara Dibakar di Papua, Ini Penjelasan Polri
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Video surat suara dibakar di Puncak Jaya, Papua viral di media sosial. Polri mengatakan bahwa surat suara yang dibakar itu sudah tak terpakai lagi.

"Video viral yg terjadi di wilayah Kabupaten Puncak Jaya tentang ada video viral soal logistik pemilu yang dibakar ini perlu saya sampaikan hal tersebut sudah diklarifikasi langsung oleh Kapolda Papua dan Kapolres Jaya Wijaya. Kejadian tersebut sebenernya disana kan pake sistem noken di distrik tersebut guna menghindari logistik pemilu itu disalahgunakan oleh sekolompok orang. Keputusan KPU setempat seluruh sisa logistik yang tidak dipakai itu dimusnahkan dan sudah dibuat berita acaranya sehingga di bakar pemusnahannya," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Sistem noken yang dimaksud Dedi adalah sistem adat yang sudah mendarah daging di Papua. Masyarakat yang memilih nantinya hasil surat suara yang sudah dicoblos langsung dikumpulkan dan dihitung oleh KPU. Sisa dari surat suara yang tidak terpakai maka langsung dibakar guna menghindari adanya penyalahgunaan.

"Betul itu kejadian itu dibakar adalah sisa sisa logistik yang tidak dipakai pada saat tanggal 17 April karena disana sistem noken," jelas Dedi.

Soal jumlah surat suara yang dibakar, Dedi mengaku tahu detail pastinya jumlahnya. Namun, Dedi menyebut cukup banyak surat suara yang tak terpakai dan dibakar.

"Cukup banyak, banyak. Saya ngga tau persis jumlahnya, tapi banyak," ujar Dedi.

KPU sebelumnya juga telah mengkonfirmasi bahwa pembakaran surat suara di Papua tepatnya di Distrik Tingginambut, Puncak Jaya itu adalah benar. Pembakaran surat suara yang tidak terpakai itu terjadi pada 23 April lalu.

"Kejadiannya benar tanggal 23 April. Saya sudah konfirmasi ke Ketua KPU Papua," ujar Ilham di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2019). [adc]

Komentar

x