Find and Follow Us

Senin, 20 Mei 2019 | 23:09 WIB

Pengacara Bowo Bantah Penyebutan Menteri Enggar

Selasa, 23 April 2019 | 23:07 WIB
Pengacara Bowo Bantah Penyebutan Menteri Enggar
Bowo Sidik Pangarso

INILAHCOM, Jakarta - Kuasa Hukum Bowo Sidik Pangarso, Saut Edward Rajagukguk membantah kliennya menyebut nama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat diperiksa oleh penyidik KPK. Bahkan, Saut mengaku belum tahu nama menteri yang dimaksud.

"Saya belum tahu kalau klien kami apakah dapat uang Rp2 miliar dari Mendag Enggartiasto. Pak Bowo hanya bilang dari salah seorang menteri, tapi dia tidak pernah sebutkan nama," kata Saut kepada wartawan, Selasa (23/4/2019).

Sementara Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan penyidik akan melihat kesesuaian sejumlah keterangan yang disampaikan baik saksi maupun tersangka dalam kasus suap atas jasa angkut pupuk yang menyeret Bowo Sidik.

"Jika keterangan atau informasi disampaikan dalam sebuah pemeriksaan dan dituangkan dalam berita acara, tentu kami pelajari informasi tersebut. Apakah berdiri sendiri ataukah ada kesesuaian dengan bukti-bukti lain," kata Febri.

Sedangkan Pakar Hukum Pidana, Faisal Santiago menyarankan penyidik KPK untuk membuka rekening Bowo Sidik guna mengetahui dari mana saja aliran dana yang diterimanya. Kemudian, siapa pun yang memberikan dana kepada Bowo harus diusut tuntas.

"Saya pikir untuk kepentingan penyidikan membuka rekening tersangka Bowo boleh saja supaya dapat lebih jelas aliran dananya. Dan dengan itu apakah ada dana airan dari menteri dan Ketua Golkar atau siapa pun bisa terlihat," tandasnya.

Untuk diketahui, KPK menetapkan anggota Komisi VI DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka kasus suap bidang pelayaran atau sewa kapal. Selain itu, KPK menjerat dua orang yakni Marketing Manager PT. Humpuss Transportasi Kimia (PT HTK) Asty Winasti dan pegawai PT. Inersia bernama Indung.

Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD 2 per metric ton. Penerimaan suap sudah diperoleh Bowo sebanyak tujuh kali dari PT Humpuss. Dari operasi tangkap tangan, KPK sita uang Rp 8 miliar yang diduga diterima Bowo dari PT Humpuss dan pihak lain. [ton]

Komentar

x