Find and Follow Us

Senin, 20 Mei 2019 | 22:54 WIB

Charta Politika Laporkan 5 Akun Medsos ke Polisi

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 23 April 2019 | 21:32 WIB
Charta Politika Laporkan 5 Akun Medsos ke Polisi
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya mempolisikan lima akun media sosial ke Bareskrim Polri. Kelima akun itu menuduh Yunarto telah merekayasa hasil penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2019.

"Hari ini sebenernya menyelesaikan atau merampungkan laporan saya terkait dengan pembuatan chat palsu yang disebarkan oleh beberapa akun, akun Instagrram maupun di Facebook maupun di Twitter dan penyebaran lewat WhatsApp ya," kata Yunarto di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

"Yang sebenernya sudah terjadi 3 hari sebelum pemilu dan yang paling mengganggu adalah nomer telepon saya diumbar kemana-mana lalu juga dengan beberapa fitnah terkait dengan chat palsu seakan-akan saya membuat survei ya bukan quick count ya, survei saat itu berkomunikasi dengan saya nggak ngerti maksudnya siapa, tapi ada kata-kata 'Siap 86, Jendreal sudah diamankan sesuatu' sepeti itu lah," sambung Yunarto.

Laporan Yunarto teregistrasi di Bareskrim Polri dengan nomor LP/B/0382/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 14 April 2019.

Nama-nama akun yang dilaporkan Yunarto antara lain akun Twitter @silvy_Riau02, @sofia_ardani, @sarah ahmad, @rif_opposite dan akum Facebook Ahmad Mukti Tomo.

"Setelah hasil quick count keluar, sampai sekarang diramaikan lagi. Jadi bahkan bahasa survei itu seakan-akan dianggap menjadi quick count yang diarahkan. Itu aja sudah nggak nyambung sebetulnya," ucap Yunarto.

Kelima akun tersebut dilaporkan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik dengan ancaman Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) Undang-undang Nomor 19/2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11/2008 tentang ITE, pencemaran nama baik dengan Pasal 310 dan 311 KUHP. [ton]

Komentar

x