Find and Follow Us

Senin, 20 Mei 2019 | 22:55 WIB

Dituduh QC Palsu, Indikator Polisikan Akun Ini

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 23 April 2019 | 04:38 WIB
Dituduh QC Palsu, Indikator Polisikan Akun Ini
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi melaporkan akun netizen yang menuduh sebagai dalam lembaga survei yang mempublikasikan hasil hitung cepat atau Quick Count Pemilu 2019 palsu. Burhanuddin dituduh menerima uang miliar untuk memplaaukan hasil Quick Count.
"Sejak kemarin diserang ribuan akun yang menuduh saya menjadi dalang quick countpalsu yang ada di TV dan menerima bayaran Rp 450 miliar dalam rangka menjalankan quick count palsu dengan menggunakan strategi post truth," kata Burhanuddin di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019).
Akun-akun yang dilaporkan yakni dua akun Facebook, satu akun Twitter dan satu akun blog Wordpress.
Burhanuddin menjelaskan alasannya melaporkan keempat akun itu ke polisi karena akun-akun itu telah menyebarkan video berdurasi empat menit yang menginformasikan bahwa Burhanuddin menerima uang sebesar Rp450 miliar untuk mengatur hasil hitung cepat Pilpres 2019 yang memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Lebih lanjut, Burhanuddin mengatakan, video yang viral di medsos itu membangun opini jika dia melakukan strategi post truth dengan memborbardir masyarakat melalui hasil quick count palsu.
"Padahal video itu berisikan kegiatan saya yang sedang berdiskusi dengan Profesor Rhenald Kasali membicarakan elektabilitas Jokowi dan itu sudah lama," ucap dia.
Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/0394/IV/2019/Bareskrim tanggal 22 April 2019. Para terlapor disangkakan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 45 Ayat (3) Jo Pasal 27 Ayat (3), Penghinaan UU Nomor 1 Tahun 1946 Tentang KUHP, Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP. [hpy]

Komentar

x