Find and Follow Us

Rabu, 24 Juli 2019 | 06:32 WIB

Kasus Suap di Kemen PUPR, KPK Sita 2 Ruko

Senin, 22 April 2019 | 20:32 WIB
Kasus Suap di Kemen PUPR, KPK Sita 2 Ruko
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita dua Ruko di Manado, Sulawesi Utara milik tersangka Anggiat Nahot Simaremare, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) SPAM Strategis sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung.

Anggiat merupakan tersangka dalam kasus suap proyek Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR. Dimana, penyidik KPK masih terus mendalami kasus tersebut yang diduga melibatkan sejumlah pejabat di KemenPUPR.

"KPK melakukan penyitaan terhadap 2 unit Ruko di Manado yang diduga milik tersangka ARE ( Anggiat Nahot Simaremare)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (22/4/2019).

Febri menduga Anggiat membeli dua ruko tersebut dengan memakai uang suap air minum yang dikerjakan oleh kemenPUPR.

Sebelumnya, KPK telah menyita uang dari 75 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PUPR. Uang yang disita itu terdiri dari 14 mata uang. Uang tersebut diduga terkait dengan kasus suap yang tengah didalami oleh KPK.

Untuk diketahui, pengerjaan proyek tersebut banyak dilakukan oleh PT. Wijaya Kusuma Emindo (WKE) dan PT. Tashida Sejahtera Perkasa (TSP).

Dalam kasus ini, petinggi kedua perusahaan itu sudah menjadi tersangka dan kasusnya sudah bergulir di persidangan. Mereka adalah Dirut PT. WKE Budi Suharto, Direktur PT. WKE Lily Sundarsih, Direktur PT. TSP Irene Irma, dan Direktur PT. TSP Yuliana Enganita Dibyo. [ton]

Komentar

x