Find and Follow Us

Rabu, 24 Juli 2019 | 06:36 WIB

Kornas Anak Republik Ajak Masyarakat Tetap Tenang

Senin, 22 April 2019 | 19:32 WIB
Kornas Anak Republik Ajak Masyarakat Tetap Tenang
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Koordinator Nasional (Kornas) Anak Republik mengapresiasi seluruh rakyat Indonesia, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu, pasangan calon (paslon) 01 dan paslon 02, serta para relawan di seluruh tanah air.

Ketua Dewan Pembina Kornas Anak Republik, Arif Rahman menilai seluruh elemen bangsa telah mampu menunjukan kedewasaan dalam berdemokrasi di Pemilu 2019.

Ia juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga persatuan sesama anak bangsa. "Di mana hasil pemilu akan diumumkan oleh KPU sebagai penyelenggara resmi sesuai dengan undang-undang yang berlaku," katanya.

Dalam kesempatan sama, Anggota Dewan Pembina Anak Republik, Yedidiah Soerjosoemarno, meminta kepada KPU, Bawaslu dan DKPP untuk menuntaskan seluruh rangkaian dan hasil pemilu secara transparan, jujur dan terpublikasi dengan baik, agar polemik-polemik yang terjadi di tengah masyarakat bisa terjawab dengan baik dan benar.

Yedidiah juga meminta kepada aparat TNI/Polri untuk menindak tegas kelompok-kelompok yang dengan sengaja melakukan provokasi terhadap masyarakat.

"Hal ini dapat merusak tatanan sosial masyarakat Indonesia yang cinta damai dan persatuan, sebagai kultur budaya Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tegasnya.

Sementara, Ketua Umum Kornas Anak Republik, Yahya Abdul Habib mengatakan persatuan dan kesatuan bangsa menjadi hak mutlak warga negara dan bangsa Indonesia, di mana hal tersebut termaktub dalam sila ke 3 Pancasila.

Untuk itu, Yahya meminta kepada semua pihak yang berkepentingan untuk menjaga ideologi bangsa ini, dan tidak berkhianat dengan mengatasnamakan demokrasi.

"Kami menyerukan kepada kader-kader Anak Republik di seluruh Indonesia untuk ikut berperan aktif dalam menjaga persatuan, dengan melakukan advokasi dan komunikasi intensif dalam rangka ikut menjaga kondusifitas pasca pemilu sambil menunggu keputusan resmi (real count) dari KPU," pungkasnya. [ton]

Komentar

x