Find and Follow Us

Selasa, 20 Agustus 2019 | 04:49 WIB

40 WNA Buron Interpol Taiwan Ditangkap di Semarang

Senin, 22 April 2019 | 17:14 WIB
40 WNA Buron Interpol Taiwan Ditangkap di Semarang
(Istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - Kemenkumham Kanwil Jateng berhasil mengamankan gerombolan buronan dari Taiwan sebanyak 40 orang di Kota Semarang, Jawa Tengah. Mereka kabur dari Jepang dan melanjutkan aksi cyber crime di Indonesia.

Penangkapan 40 orang dilakukan pada Kamis (18/4/2019) di sebuah rumah mewah di Jalan Puri Anjasmoro Blok M2 nomor 11, Semarang Barat, Kota Semarang.

"Telah diamankan 40 warga negara asing," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Sutrisman saat jumpa pers di Rumah Detensi Imigran (Rudenim) Semarang, Senin (22/4/2019).

Kadiv Imigrasi Kanwil Kemenkumham Jateng, Ramli HS mengatakan, dari 40 WNA itu 12 orang di antaranya merupakan warga Taiwan buronan interpol dan 38 warga China.

Saat ini ke-40 WNA Taiwan dan China itu masih berada di Rudenim Semarang untuk dimintai keterangan. Pihak berwajib dari Taiwan juga sudah hadir untuk berkoordinasi.

"Mereka ini orang-orang yang dicari isi surat perwakilan Taiwan di Jakarta mengatakan paspor 11 orang ini dinyatakan tidak berlaku lagi," terang Ramli.

Ramli menjelaskan, modus penipuan para buronan dilakukan kepada korban di China dan Taiwan. Mereka melakukan penipuan melalui sambungan telepon yang dilakukan dari luar negeri untuk menghasilkan uang. Setelah di Jepang, kemudian kabur ke Indonesia untuk melakukan aksi serupa.

"Di Jepang melakukan hal yang sama, dari sana diminta oleh orang yang memobilisasi mereka untuk mengamankan diri ke Indonesia," ujar Ramli.

"Mereka langsung ke Bali dan berpindah-pindah tempat hingga akhirnya ke Semarang," Ramli, menambahkan.

Awalnya, pihak imigrasi curiga karena banyak WNA Taiwan dan China yang usianya masih muda datang ke Semarang. Penelusuran dilakukan hingga kecurigaan mengerucut pada rumah mewah di Puri Anjasmoro yang dihuni banyak WNA sejak sebulan terakhir.

Dari segi dokumen imigrasi, mereka melakukan berbagai pelanggaran terkait dokumen seperti paspor dan izin tinggal. Kanwil Kemenkumham Jateng kemudian berkoordinasi dengan Polda Jateng terkait tindak pidana yang mereka lakukan.

"Modus yang dilakukan yaitu menggunakan sarana internet untuk melakukan panggilan telepon dengan fasilitas Voice Over Internet Protocol (VOIP) dan menggunakan aplikasi Skype untuk menghubungi target," kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmaja.

Agar tidak mencurigakan, para tersangka juga memodifikasi rumah yang mereka sewa dengan kedap suara. Mereka kemudian menelepon korban di negara mereka untuk melancarkan penipuan.

"Mereka berpura-pura sebagai penegak hukum yang menghubungi target yang berada di China dan Taiwan dan menginformasikan bahwa target (korban) terlibat pidana dan dibuktikan dengan surat dari penegak hukum. Pelaku kemudian menawarkan bantuan untuk menghapus catatan itu bila korban menyetor uang," ujarnya. [adc]

Komentar

x