Find and Follow Us

Sabtu, 21 September 2019 | 06:41 WIB

KPK Perpanjang Masa Penahanan Bowo Sidik Pangarso

Oleh : Ivan Sethyadi | Senin, 15 April 2019 | 23:24 WIB
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bowo Sidik Pangarso
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Bowo Sidik Pangarso, tersangka kasus dugaan suap kerja sama pengangkutan pupuk antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dan PT Humpuss Transportasi Kimia.

Selain Bowo, lembaga antirasuah juga memperpanjang masa penahanan dua tersangka lainnya. Mereka yakni, anak buah yang juga staf PT Inersia, Indung dan Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti.

"Perpanjangan penahanan 40 hari dimulai tanggal 17 april 2019 s/d 26 mei 2019 untuk 3 tersangka," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (15/4/2019).

Menurut Febri, masa penahanan Bowo, Indung dan Asty diperpanjang selama 40 hari ke depan terhitung sejak tanggal 17 April 2019. Dengan demikian mereka bakal mendekam di sel tahanan hingga 26 Mei 2019.

Bowo dijadikan tersangka dalam kasus dugaan suap distribusi pupuk PT Pupuk Indonesia dengan PT.Humpuss Transportasi Kimia.

Bowo diduga meminta fee kepada PT Humpuss atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD2 per metric ton. Diduga, Bowo telah menerima tujuh kali hadiah atau suap dari PT Humpuss.

Bowo menerima suap karena membantu agar kapal-kapal milik PT Humpuss digunakan kembali oleh PT PILOG untuk mengangkut pendistribusian pupuk. Sebab, kerjasama antara PT HTK dan PT PILOG telah berhenti.

Total, uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari PT Humpuss dan lainnya mencapai Rp8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar di Pemilu 2019.

KPK sendiri telah menyita uang sebesar Rp8 miliar dalam 82 kardus dan dua boks. 82 kardus serta dua boks tersebut berisi uang pecahan Rp50 ribu dan Rp20 ribu dengan total Rp8 miliar yang sudah dibungkus dalam amplop. [adc]

Komentar

x