Find and Follow Us

Rabu, 24 April 2019 | 14:05 WIB

Pemilu 2019

Polri Perbanyak Personel di Daerah Rawan Konflik

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 16 April 2019 | 00:13 WIB
Polri Perbanyak Personel di Daerah Rawan Konflik
Kapolri Jenderal Tito Karnavian - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan skema pengamanan jelang tahapan pemungutan dan penghitungan suara pada 17 April 2019 nanti. Tito mengaku mempertebal pengamanan di daerah-daerah yang dianggap rawan konflik.

"Untuk aman kriterianya yang tempat itu di dominasi pendukung A atau B. Itu potensi konfliknya kecil. kekuatan yang dikerahkan minimal standar. Kita anggap rawan kalau proporsi dukungan dari A dan B termasuk caleg relatif proporsinya sama, kita otomatis akan pertebal dengan tambahan kekuatan dari linmas, Polri dan TNI," kata Tito di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Pertebal pasukan pengamanan, kata Tito, akan melihat daerah itu sendiri. Tito mencontohkan jika suatu daerah yang punya sejarah konflik mulai dari isu sengketa tanah sampai isu Sara maka penambahan pasukan pengamanan otomatis akan diberlakukan.

"Lalu, kita anggap sangat rawan misalnya basis dukungan hampir sama, punya sejarah konflik di situ atau muncul isu sensitif disitu misal isu sengketa tanah, masalah SARA otomatis kita akan perkuat tempat itu dengan penambahan baik pasukan linmas, TNI-Polri dan kekuatan standby," jelas Tito.

Selain itu, daerah-daerah yang dianggap punya tekanan besar dari segi psikologis dan isu minoritas juga tak lepas dari perhatian Jenderal bintang empat. Penambahan pasukan akan dilakukan namun tetap tak berlebihan agar memberi rasa aman masyarakat.

"Disamping itu kita melakukan penebalan patroli gabungan serta pos gabungan TNI-Polri didaerah-daerah kita anggap rawan tertekan secara psikologis misal warga minoritas atau ditempat yang mungkin mudah diprovokasi didaerah padat penduduk. Ini juga kita perkuat. Disamping memberikan perkuatan terbatas situasional ditempat perekonomian, itu situasional karena kalau berlebihan menimbulkan kesan yang kurang bagus," terang Tito.

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan jumlah personel yang diturunkan untuk tahapan penurunan suara dan penghitungan suara mencapai ratusan ribu personel gabungan TNI dan Polri. Jumlah itu belum termasuk tambahan dari linmas.

"Total jumlah personel Polri 271.88. Untuk TNI 68.854 dan untuk linmas 1,6 juta," jelas Dedi. [adc]

Komentar

x