Find and Follow Us

Selasa, 23 Juli 2019 | 21:28 WIB

Lagi, Ustadz Abdul Somad Tolak Hadiah Mobil

Oleh : Okky Dwi Rinanda | Senin, 15 April 2019 | 17:47 WIB
Lagi, Ustadz Abdul Somad Tolak Hadiah Mobil
(Foto: instagram/ustadzabdulsomad)

INILAHCOM, Jakarta - Testimoni penolakan Ustadz Abdul Somad ketika diberi hadiah mobil kembali muncul. Sebelumnya banyak pihak dari mulai jendral hingga pengusaha pernah menawarinya kendaraan roda empat mewah.

Pada Instagramnya @ustadzabdulsomad memposting sebuah testimoni penolakan saat diberi mobil yang diposting pada Senin (15/4/2019) siang tadi. Judulnya tertulis Menolak Hadiah dari Dulu.

"Tahun 2018 menolak hadiah Honda CRV, silahkan tanya Pak Irjen Pol Nandang (Mantan Kapolda Riau). Tahun 2019 menolak hadiah Toyota Fortuner, silahkan tanya orang baik dan shalih Pak Puspo Wardoyo Pemilik Rumah Makan Wong Solo".

Postingan tersebut telah dilihat 393.280 dan mendapatkan 12.721 komentar.

Testimoni tersebut ditulis oleh H. Endar Muda sebagai Jamaah Lintas Masjid di Pekanbaru, dan Ketua MUI Tenayan Raya Pekanbaru. Judul testimoni tersebut adalah Testimoni Atas Penolakan Hadiah 1 Unit Mobil Kijang Innova Ustadz Abdul Somad LC MA.

Berikut testimoni lengkapnya

"Kejadian ini terjadi sekitar bulan Mei 2013, pada minggu pagi ba'da tausiah subuh di masjid Agung Provinsi Riau, dengan tergesa-gesa saya mengejar UAS (Ustadz Abdul Somad) dari belakang sebuah mobil Opel Blazer BM 1588 AT yang baru dibeli oleh UAS, berhenti di depan gereja jalan hangtuah Pekanbaru.

Ustadz Abdul Somad saya dan kawan-kawan beserta jamaah telah mengumpulkan uang untuk membeli satu unit mobil Kijang Innova yang baru, hari ini atas nama kawan-kawan dan para jamaah, saya ingin menyerahkan mobil tersebut kepada ustadz, untuk bisa ustadz pakai dalam berdakwah, semoga dengan senang hati ustad dapat menerimanya.

Lalu secara santun ustadz Abdul Somad menjawab: Pak Endar....rasanya saya tidak pantas untuk menerima mobil tersebut, jika Pak Endar dan teman-teman serta para jamaah ingin ber infaq, silahkan berikan kepada orang yang lebih membutuhkan".

Dengan rasa sedih dan hampir meneteskan air mata saya merasa bangga dan kagum dengan kepribadian UAS, meski sedikit merasa kecewa.

Dari dulu hingga hari ini UAS pun tidak pernah memberikan tarif apabila dia di undang untuk menyampaikan tausiah, itulah yang kami rasakan di Pekanbaru Kota bertuah ini. Dan saya berdoa semoga UAS tetap istiqomah dalam berdakwah.

Inilah kejadian nyata yang saya alami ketika itu, semoga Allah SWT melindungi UAS kapan dan di manapun ia berada, Amin ya Rabbal Alamin.""

Komentar

x