Find and Follow Us

Kamis, 20 Juni 2019 | 11:07 WIB

Siapa Wanita Cantik di Kasus Bowo Sidik Pangarso?

Oleh : Ivan Sethyadi | Senin, 15 April 2019 | 17:53 WIB
Siapa Wanita Cantik di Kasus Bowo Sidik Pangarso?
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa wanita cantik dalam pusaran kasus yang melibatkan Politikus Golkar, Bowo Sidik Pangarso.

Siesa Darubinta, menjadi saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Bowo dalam kasus dugaan suap terkait kerjasama pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

"(pemeriksaan Siesa Darubinta) penjadwalan ulang dari jumat kemarin," kata Juru Bicara KPK, Febri kepada wartawan di KPK, Senin (15/4/2019).

Usut punya usut, Siesa merupakan orang yang diamankan dari apartemen saat KPK ingin menciduk Bowo dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) 27 Maret 2019 lalu.

Saat diketahui Bowo melarikan diri, tim hanya menemukan Siesa. Bowo baru diamankan di kediamannya di daerah Cilandak, Jakarta Selatan, sekira pada Kamis, 28 Maret 2019, dini hari sekira pukul 02.00 WIB.

"(Siesa diamankan) karena dibutuhkan keterangannya terkait keberadaan BSP. Karena diduga BSP sebelumnya ada disana (apartemen)," ungkapnya.

Namun apa kaitan keduanya, Febri masih merahasiakannya.

Selain Bowo, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya yakni, anak buah Bowo dari PT Inersia, Indung yang diduga juga sebagai pihak penerima suap. Sedangkan satu tersangka lainnya adalah Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti, yang diduga sebagai pihak pemberi suap.

Dalam perkara ini, Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima tujuh kali hadiah atau suap dari PT Humpuss.

Bowo disinyalir menerima suap karena telah membantu PT Humpuss agar kapal-kapal milik PT Humpuss digunakan kembali oleh PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) untuk mengangkut pendistribusian pupuk. Sebab, kerjasama antara PT HTK dan PT PILOG telah berhenti.

KPK telah menyita uang sebesar Rp8 miliar dalam 82 kardus dan dua boks. 82 kardus serta dua boks tersebut berisi uang pecahan Rp50 ribu dan Rp20 ribu dengan total Rp8 miliar yang sudah dimasukkan kedalam amplop berwarna putih untuk kepentingan serangan fajar saat pemilihan nanti. Bowo merupakan salah satu caleg. [adc]

Komentar

x