Find and Follow Us

Jumat, 19 Juli 2019 | 11:44 WIB

Polisi Gresik Ungkap 18 Kasus Jelang Pemilu 2019

Senin, 15 April 2019 | 16:53 WIB
Polisi Gresik Ungkap 18 Kasus Jelang Pemilu 2019
(Foto: beritajatim)

INILAH.COM, Gresik - Menjelang pencoblosan pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) 2019 secara serentak pada 17 April mendatang, aparat Kepolisian Resort (Polres) Gresik, berhasil mengungkap 18 kasus serta mengamankan 36 tersangka.

Ungkap kasus tersebut dalam rangka cipta kondisi menjelang pemilu. Operasi itu dilakukan terhitung bulan Januari hingga Maret 2019. Dari 36 tersangka yang diamankan. Rinciannya, kasus curas ada 4 kasus dengan 11 tersangka. Selanjutnya, kasus curat 9 kasus dengan 20 tersangka, dan curanmor 3 kasus 4 tersangka serta curbis 1 kasus 1 tersangka.

"Dari semua kasus tersebut yang paling menonjol adalah kasus pencurian dengan pemberatan, atau curat. Dimana, kasus itu berhasil kami ungkap 9 kasus dengan mengamankan 20 tersangka," ujar Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro, Senin (15/04/2019).

Masih terkait kasus curat lanjut Wahyu, yang mendapat atensi adalah kasus pembobolan rumah dengan mencuri uang sebesar Rp 105 juta. Kasus tersebut, anggotanya dari Polsek Ujungpangkah terpaksa melumpuhkan tersangka Muhammad Munib (36) yang berprofesi sebagai nelayan dengan timah panas.

"Tersangka saat itu hendak ditangkap tapi malah melarikan diri. Terpaksa kami lumpuhkan dengan tembakan," ujarnya.

Ia menambahkan, kasus lain yang diungkap adalah kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang menimpa pengemudi driver taksi online. Kurang dari 224 jam kasus tersebut berhasil menangkap pelakunya Fajar Aditya (21) yang merupakan rekan korban Andre Putro Haryono (20) yang tewas dijerat lehernya lalu kepalanya dipukul martil.
Baca Juga:

"Untuk kasus itu kami juga mengamankan dua tersangka lainnya NH (50) dan RPPY (20) sebagai penadahnya," tambahnya.

Operasi cipta kondisi ini kata Wahyu, tidak hanya dilakukan menjelang pencoblosan pilpres dan pileg saja. Namun, menjelang bulan Ramadhan juga dilakukan hal yang sama. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa tanpa ada gangguan kriminalitas.

"Operasi cipta kondisi tidak hanya berhenti sampai disini tapi akan terus berlanjut menjelang bulan Ramadhan," katanya.[beritajatim.com]

Komentar

x