Find and Follow Us

Kamis, 18 Juli 2019 | 15:02 WIB

BPN: UAS Bukan Golongan Putih

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 12 April 2019 | 05:04 WIB
BPN: UAS Bukan Golongan Putih
Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Nizar Zahro

INILAHCOM, Jakarta - Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Nizar Zahro mengaku ikut terharu saat menyaksikan pertemuan antara calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dengan Ustaz Abdul Somad.

"Saya yang menonton sangat terharus dan menangis. Nasehat-nasehat dari UAS tadi bahwa ada dua hal. Agar pertama membawa indonesia jadi bangsa yang dihormati oleh dunia," katanya kepada INILAHCOM, Kamis (11/4/2019).

"Kedua nasehat UAS adalah harapan agar sebagai capres kedelapan selalu punya sifat-sifat kebatinan. Salah satunya dengan berikan minyak yang harum semerbak dan tasbih kesayangan UAS untuk berdzikir," sambungnya.

Ia menjelaskan, yang dilakukan UAS menggambarkan, apa yang dilakukan manusia itu tidak ada harganya kecuali hanya untuk Allah. Kebaikan itu adalah milik Allah, kesempurnaan milik Allah, kekurangan itu adalah milik manusia.

"Itu tanda-tanda seorang UAS tidak golput bukan golongan putih. Beliau telah menentukan pilihan dengan mendukung berdoa dan berharap agar pak prabowo jadi presiden sesuai hasil ijtima ulama 1 dan 2," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menggelar dialog empat mata dengan Ustaz Abdul Somad atau UAS, Kamis (11/4/2019) sore.

Dalam dialog yang disiarkan langsung tvOne itu, UAS memberikan hadiah kepada Prabowo. Di ujung dialog, Somad awalnya mengaku tak bisa memberi uang atau barang mahal kepada Prabowo. Sejurus kemudian UAS merogoh kantong bajunya dan mengeluarkan bungkusan.

Setelah bungkusan dibuka, UAS mengeluarkan botol minyak wangi. Dibuka tutup botolnya, UAS kemudian mengoleskan minyak wanginya ke tangan Prabowo. Dia berpesan tujuannya agar Prabowo bisa menyebarkan keharuman kepada rakyat Indonesia dengan minyak wangi yang dioleskan UAS.

Hadiah kedua, UAS memberi sebuah tasbih berwarna hijau. "Ini Tasbih kesayangan saya. Natural stone, saya beli di Madinah," ucapnya menjelaskan asal usul tasbihnya tersebut.

Dia berpesan agar Prabowo hatinya tidak kosong, maka bacalah shalawat dengan tasbih yang diberikannya. "Tasbih di mulut dan diikuti dengan penghayatan di hati," kata UAS, sambil tangan kanannya memegang bagian dada Prabowo sementara dari mulutnya terus mengucapkan kalimat dzikir la ilaha illallah.

Prabowo pun tampak beberapa kali mengusap kedua matanya seperti menangis. Setelah tasbih dikantongi Prabowo, UAS pun memimpin doa penutup. [hpy]

Komentar

x