Find and Follow Us

Selasa, 25 Juni 2019 | 03:44 WIB

Novel Didemo, Ditanya Netralitasnya

Oleh : Ivan Sethyadi | Kamis, 11 April 2019 | 16:20 WIB
Novel Didemo, Ditanya Netralitasnya
(Foto: Inilahcom/Ivan Sethyadi)

INILAHCOM, Jakarta - Sejumlah orang yang tergabung dalam aliansi pemuda dan mahasiswa peduli KPK menggelar aksi dalam rangka menuntut independensi lembaga adhoc tersebut.

Mereka mempertanyakan independensi KPK khususnya penyidik Novel Baswedan dalam memberantas tindak kejahatan korupsi di tanah air.

"Kami meminta supaya pimpinan KPK menjelaskan status politik Novel Baswedan. Kami meminta dijelaskan pernyataan yang menyebut Novel Baswedan adalah orang kita," kata koordinator aksi dalam orasinya, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Hal itu menanggapi isu yang menyebut Novel Baswedan sebagai kader Partai Gerindra. Selain itu, pemberian penghargaan kepada dua mantan komisioner KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto juga disoal.

Dalam kesempatan itu, mereka juga menuding KPK bermain politik dan berafiliasi terhadap pasangan capres-cawapres nomor urut 02 dalam kontestasi Pilpres 2019. "KPK dan Novel berpihak terhadap pasangan capres 02 di Pilpres," katanya.

KPK sebagai lembaga penegak hukum diminta untuk independen dan netral dalam memberantas korupsi di tanah air. Apalagi, pelaksanaan Pilpres 2019 tinggal menghitung hari.

"KPK adalah penegak hukum, harus netral dalam pelaksanaan Pilpres 2019. Jika KPK tidak netral, bubarkan saja, setuju!," teriak salah satu aksi massa.

Aksi tersebut diwarnai dengan pembakaran ban bekas yang sempat membuat ricuh. Namun, keributan kecil itu tidak berlangsung lama karena aparat kepolisian yang berjaga secara sigap menenangkan aksi massa.

Diketahui, aksi tersebut berbarengan dengan acara Wadah Pegawai KPK bersama Koalisi Masyarakat Sipil yang melaksanakan rangkaian peringatan dua tahun percobaan pembunuhan terhadap penyidik senior Novel Baswedan. [rok]

Komentar

x