Find and Follow Us

Minggu, 21 Juli 2019 | 08:00 WIB

Bawaslu Usut Penganiayaan Saat Bentrok FPI-PDIP

Oleh : Aris Danu | Rabu, 10 April 2019 | 13:39 WIB
Bawaslu Usut Penganiayaan Saat Bentrok FPI-PDIP
Bawaslu DIY Ketubagus Sarwono - (Foto: Istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengusut dugaan pidana pemilu terkait penganiayaan Panwaslu bernama Janarta saat insiden bentrok massa FPI dengan PDIP.

Bawaslu DIY Ketubagus Sarwono menjelaskan pihaknya akan memproses dan menindaklanjuti dugaan pelanggaran pidana pemilu serta pidana umum terkait kasus itu.

Penganiayaan petugas Panwaslu Desa Sentolo diduga dilakukan oleh massa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) saat terjadi bentrokan dengan massa FPI di Jalan Yogya-Wates km 8 Padukuhan Ngaran Balecatur, Gamping, Sleman, Yogyakarta, Minggu (7/4/2019).

"Berkomitmen akan memberikan perlindungan hukum serta jaminan keamanan kepada jajaran panwaslu yang sedang menjalankan tugas dan kewenangan," kata Sarwono dalam keterangan rilisnya, Rabu (10/4/2019).

Menurut dia, penganiayaan bermula saat simpatisan PDIP terjadi bentrokan dengan massa FPI. Kemudian, terjadi insiden kerusuhan di sekitar Jembatan Bantar, yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Bantul.

"Kerusuhan tersebut bermula dari adanya pencabutan dan perusakan APK [alat peraga kampanye] yang diduga dilakukan oleh oknum peserta kampanye," kata dia.

Pencabutan dan pengrusakan APK, kata dia, menimbulkan kericuhan dan suasana yang tidak kondusif. Saat ricuh, petugas Panwaslu Desa Sentolo berusaha melerai kedua belah pihak yang bertikai dengan memperkenalkan diri sebagai Panwaslu dengan menunjukkan kartu identitasnya.

"Panwaslu Desa Sentolo juga menyampaikan agar kedua belah pihak tetap menjaga kondusifitas. Kemudian secara tiba-tiba, para oknum peserta kampanye tersebut mulai melempari batu ke arah Panwaslu Desa Sentolo," paparnya.

Namun, ketika hendak menyelematkan diri dari pelemparan tersebut, diduga simpatisan PDIP memukul kepala bagian belakang menggunakan besi panjang.

"Korban mengalami luka robek di kepala dan sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat," ujarnya.

Sementara itu, FPI DIY juga melaporkan perusakan markasnya yang diduga dilakukan oleh simpatisan PDIP saat terjadinya bentrokan ke polisi. [rok]

Komentar

x