Find and Follow Us

Jumat, 19 Juli 2019 | 18:19 WIB

Pejabat KemenPUPR Akui Ada Pesan Menteri Basuki

Oleh : Ivan Setyadi | Senin, 8 April 2019 | 22:50 WIB
Pejabat KemenPUPR Akui Ada Pesan Menteri Basuki
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Agus Ahyar mendapat peringatan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Isinya yakni agar jajarannya berhati-hati karena sedang diawasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Pak Menteri bilang jangan sampai ada transaksi dengan kontraktor. Pak Menteri menyinggung banyak OTT," ujar Ahyar kepada jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/4/2019).

Ahyar ingat kala itu, Menteri PUPR memanggil seluruh jajaran pejabat eselon II. Menteri juga mengatakan bahwa sebelum tahun anggaran berakhir, seluruh proyek harus sudah selesai.

Namun, seminggu kemudian, yakni pada 28 Desember 2018, sejumlah pejabat PUPR ditangkap oleh KPK. Masing-masing yakni, Kasatker SPAM Strategis Anggiat Partunggul Nahat Simaremare dan pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah.

Kemudian, Kasatker SPAM Darurat Teuku Moch Nazar dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Dalam kasus ini, keempat pejabat PUPR itu diduga menerima uang dari kontraktor. Uang itu diduga diberikan dengan maksud agar para pejabat itu tidak mempersulit pengawasan proyek, sehingga dapat memperlancar pencairan anggaran kegiatan proyek di lingkungan Satuan Kerja PSPAM Strategis dan Satuan Kerja Tanggap Darurat Permukiman Pusat Direktorat Cipta Karya Kementerian PUPR.

Proyek itu yang dikerjakan oleh PT Wijaya Kusuma Emindo dan PT Tashida Sejahtera Perkasa.


Komentar

x