Find and Follow Us

Minggu, 20 Oktober 2019 | 17:46 WIB

Pemilu 2019, Laporan Hoaks ke Dewan Pers Meningkat

Oleh : Aris Danu | Senin, 8 April 2019 | 21:42 WIB
Pemilu 2019, Laporan Hoaks ke Dewan Pers Meningkat
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo mengatakan pelaporan soal berita bohong atau hoaks meningkat 100 persen selama pemilu presiden 2019. Menurut dia, pelaporan saat tidak pesta demokrasi jumlahnya tak banyak.

"Kalau dengan kondisi biasa bisa dikatakan ini naik sekitar 100 persen, jadi dua kali lipat dari hari-hari yang biasa," kata Stanley di Jakarta, Senin (8/4/2019).

Ia menjelaskan memang berita hoaks cenderung meningkat apabila ada pemilu tiap tahun, mulai dari pemilu tahun 2014 sampai pilkada 2018 jumlah hoaks meningkat terus.

"Tahun 2018, total hoaks yang dilaporkan ke Dewan Pers mencapai sekitar 400-an pengaduan. Sedangkan, hingga awal April ini Dewan Pers sudah menerima sekitar 300-an pengaduan hoaks," ujarnya.

Sedangkan, Stanley mengatakan tahun 2019 ini hoaks menyerang kepada dua pasang calon presiden dan calon wakil presiden baik Joko Widodo-Maruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Oleh karena itu, Stanley mengatakan perlu ada kerja sama semua pihak untuk mencegah dan memberantas hoaks. Karena, hoaks dapat merugikan bangsa Indonesia yang dikhawatirkan menimbulkan perpecahan.

"Kita juga harus mencari jalan untuk menanggulangi bersama. Jangan sampai hoaks ini terutama saat tensi politik tinggi, itu menimbulkan potensi-potensi kerawanan sosial, bahkan konflik di antara sesama kita," katanya.

Sementara Ketua Presidium Barisan Advokat Indonesia (BADI), Andi Syafrani mengatakan data yang diungkap Kementerian Komunikasi dan Informatika bahwa tren penyebaran hoaks memang meningkat terutama jelang pencoblosan pada 17 April 2019.

"Semakin tinggi (hoaks) karena tingkat rasa ingin tahu masyarakat juga semakin tinggi, itu kan tidak bisa dipisahkan," katanya. [adc]

Komentar

Embed Widget
x