Find and Follow Us

Rabu, 18 September 2019 | 21:30 WIB

Demokrat Sebut Tak Ada yang Salah dengan Surat SBY

Senin, 8 April 2019 | 17:22 WIB
Demokrat Sebut Tak Ada yang Salah dengan Surat SBY
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan beberapa hal atas keberatannya dengan kampanye akbar paslon yang diusungnya yaitu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melalui surat yang ditujukan kepada internal partainya.


Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menjelaskan surat tersebut bersifat internal dan sudah disampaikan kepada Paslon nomor urut 02. Hal itu disampaikannya melalui konferensi pers di Ka tor DPP Partai Demokrat, Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat.

"Surat yang beredar itu hanya ditujukan internal untuk menyampaikan beberapa hal kepada pasangan calon presiden," ujarnya.

Menurut dia, tidak ada yang salah dengan surat tersebut. Dalam surat itu, SBY mengaku tidak setuju dengan kampanye yang terkesan menggunakan politik identitas. "Tidak ada yang salah dengan pesan itu," katanya.

Sejatinya surat yang beredar itu hanya ditujukan kepada internal partainya yakni Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsudin, Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan, dan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan. Tujuannya agar para elit partai tersebut memberi masukan kepada Prabowo sebelum kampanye akbar berlangsung.

"Menggambarkan pilpres untuk semua dan terbuka untuk semua. Pesannya soal bangsa, soal kita semua, karena ini pilpres," tandasnya.

Inilah isi surat SBY yang telah beredar,

"Saya menerima berita dari tanah air tentang set up, run down dan tampilan fisik kampanye akbar atau rapat umum pasangan capres-cawapres 02, Bapak Prabowo Subianto-Bapak Sandiaga Uno, di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Karena menurut saya apa yang akan dilakukan dalam kampanye akbar di GBK tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif,"

Sehubungan dengan itu, saya minta kepada Bapak bertiga agar dapat memberikan saran kepada Bapak Prabowo Subianto, Capres yang diusung Partai Demokrat, untuk memastikan hal-hal sebagai berikut:" "Penyelenggaraan kampanye nasional (dimana Partai Demokrat menjadi bagian didalamnya) tetap dan senantiasa mencerminkan 'inclusiveness', dengan sasanti 'Indonesia Untuk Semua' Juga mencerminkan kebhinekaan atau kemajemukan. Juga mencerminkan persatuan. 'Unity in diversity'. Cegah demonstrasi apalagi 'show of force' identitas, baik yang berbasiskan agama, etnis serta kedaerahan, maupun yang bernuasa ideologi, paham dan polarisasi politik yang ekstrim,"

Saya sangat yakin, paling tidak berharap, tidak ada pemikiran seperti itu (sekecil apapun) pada diri Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Saya pribadi, yang mantan Capres dan mantan Presiden, terus terang tidak suka jika rakyat Indonesia harus dibelah sebagai 'pro Pancasila' dan 'pro Kilafah',

Dari pada rakyat dibakar sikap dan emosinya untuk saling membenci dan memusuhi saudara-saudaranya yang berbeda dalam pilihan politik, apalagi secara ekstrim, lebih baik diberi tahu , apa yang akan dilakukan Pak Jokowi atau Pak Prabowo jika mendapat amanah untuk memimpin Indonesia 5 tahun mendatang (2019-2024). Apa solusinya, apa kebijakannya.

Tinggalkan dan bebaskan negeri ini dari benturan indentitas dan ideologi yang kelewat keras dan juga membahayakan. Gantilah dengan platform, visi, misi dan solusi. Tentu dengan bahasa yang mudah dimengerti rakyat. Sepanjang masa kampanye, bukan hanya pada saat debat saja." [ton]

Komentar

x