Find and Follow Us

Kamis, 27 Juni 2019 | 09:58 WIB

Penjelasan PD ke SBY Soal Kampanye Akbar Prabowo

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Minggu, 7 April 2019 | 21:36 WIB
Penjelasan PD ke SBY Soal Kampanye Akbar Prabowo
Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum PD Ferdinand Hutahaean

INILAHCOM, Jakarta - Ketua umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyurati 3 kader utama PD yakni Waketum, Sekjen dan Wanhor PD. Dalam surat itu, SBY meminta 3 kader utama PD untuk mencari kebenaran adanya informasi bahwa Kampanye Akbar Prabowo-Sandiaga di GBK hari ini tak lazim.

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum PD Ferdinand Hutahaean menjelaskan SBY menerima laporan pada Sabtu, 6 April 2019 bahwa Kampanye Akbar Prabowo-Sandiaga disebut tak lazim dan akan diidentikand dengan kelompok tertentu. Ferdinand menjelaskan maksud tersebut.

"Ya surat tersebut tidak seharusnya beredar di luar ya, saya tidak tahu darimana itu bisa keluar. Tapi yang pasti bahwa surat tersebut ditujukan kepada 3 kader utama PD yaitu Waketum, sekjen dan Wanhor PD. Dimana pak SBY menerima laporan, kami sendiri tidak tahu laporan dari siapa yang sampai ke beliau yang menyatakan bahwa kampanye di desain diidentikan dengan kelompok tertentu bahkan akan mengkampanyekan khilafah, bahkan Prabowo akan diidentikan dengan khilafah," kata Ferdinand saat dihubungi INILAHCOM, Minggu (7/4/2019).

Ferdinand mengatakan SBY sebagai sosok yang nasionalis dinilai wajar untuk mengetahui kebenaran tersebut. SBY menurut dia, meminta kampanye Akbar Capres-Cawapres yang diusung PD itu dibuat secara nasionalis mungkin.

"Maka pak SBY yang nasionalis tulen, beliau sejak awal mendirikan PD jelas garis politiknya nasionalis, religius, tidak setuju hal tersebut dan beliau menyampaikan ke 3 kader tersebut untuk menyampaikan kepada panitia dan Prabowo kalau itu benar tidak boleh terjadi, maka diminta kampanye dibuat se-nasionalis mungkin, se-Indonesiaraya mungkin, dan se-berbhineka mungkin. Untuk menunjukkan bahwa tuduhan kepad Prabowo tentang khilafah adalah tidak benar," jelas Ferdinand.

Ferdinand menambahkan bahwa PD telah melapor ke SBY soal hasil kampanye Akbar Prabowo-Sandiaga pagi tadi di GBK. Ferdinand menyebut tuduhan yang dialamatkan itu terbantahkan.

"Maka hari ini kita telah lihat faktanya kampanye yang dilakukan oleh Prabowo betul-betul ber-bhinneka, dimana terlihat disana ada pembacaan doa dari protestan, khatolik, dari semua agama ada disana sehingga tuduhan tentang khilafah itu patah, maka arahan pak SBY yang disampaikan kepada panitia, kepada Capres-Cawapres kita telah berjalan dengan baik pagi ini, kita lihat bahwa Prabowo-Sandiaga adalah Indonesia raya, ber-bhinneka tunggal Ika, dan mengakui semua ajaran agama dan menjaga Pancasila serta NKRI. Jadi semua tuduhan-tuduhan itu hari ini patah. Dengan sendirinya," terang dia.

"Dan tadi kami sendiri sudah lapor ke SBY tentang rundown acara dan sudah kami sampaikan berjalan dengan baik sesuai arahan beliau, pak SBY cukup senang dengan adanya kampanye cukup terbuka bagi semua kalangan ini. Jadi tidak ada masalah, wajar memang pak SBY harus menjaga bangsa ini," sambung dia. [adc]

Komentar

x