Find and Follow Us

Selasa, 22 Oktober 2019 | 19:31 WIB

Caleg Gerindra Lapor Dugaan Jual Beli Suara

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 5 April 2019 | 15:17 WIB
Caleg Gerindra Lapor Dugaan Jual Beli Suara
Calon Anggota Legislatif DPR RI dari Partai Gerindra Basri Kinas Mappaseng
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Calon Anggota Legislatif DPR RI dari Partai Gerindra Basri Kinas Mappaseng melaporkan temuan dugaan praktik jual beli suara di Malaysia ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta pada Jumat (5/4/2019).

"Saya sudah mendaftarkan laporan mengenai pelanggaran jual beli suara di Malaysia, bagaimana masifnya serangan di Malaysia. Karena saya sendiri yang dapatkan, sehingga saya melakukan pelaporan supaya betul-betul ditindaklanjuti oleh Bawaslu," kata Basri.

Basri membawa sejumlah barang bukti berupa percakapan di media sosial WhatsApp dengan seseorang dilaporkan dalam praktik jual beli suara. Dan, laporan tercatat Nomor 08/LP/PL/RI/00.00/IV/2019.

Untuk itu, Basri meminta Bawaslu menindaklanjuti laporannya. Menurut dia, potensi kecurangan di Malaysia luar biasa karena tempat berbeda. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalan juga sudah lapor tapi tidak ditindaklanjuti.

"Saya juga sudah laporkan dugaan jual beli suara karena selama ini kalau ada buktinya enggak ditindaklanjuti, saya bawa rekamannya," ujarnya.

Kemudian, Basri menyebut yang melakukan jual beli untuk menawarkan kepada para calon legislatif berjumlah empat hingga lima orang. Menurut dia, ini masih satu kelompok dalam melakukan aksinya.

"Pasti kelompok dan enggak mungkin individu. Masif sekali di sana, ada yang jual 15 Ringgit, ada 25 Ringgit. Saya enggak melakukan itu, tapi saya memancing mereka. Yang paling mahal ya 25 Ringgit, dia bisa kasih sampai 40 ribu suara," jelas dia.

Di samping itu, Basri menduga warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi perantara jual beli suara terhadap peserta pemilu. Karena, perantara selain menawarkan harga juga menunjukkan sejumlah program kerja untuk dapat memiliki suara banyak.

"(Perantara) rata-rata WNI. Warga negara Malaysia hidupnya udah enak. Dia bilang kalau bapak mau bertanding datang ke sana sosialisasi memperlihatkan program, kebetulan program saya itu mengcopy paste tabung Haji Malaysia yang untuk Indonesia supaya bisa jadi permodalan," tandasnya. [rok]

Komentar

Embed Widget
x