Find and Follow Us

Kamis, 27 Juni 2019 | 10:20 WIB

Golkar Dianggap Sulit Raih Posisi Kedua Pileg

Kamis, 4 April 2019 | 22:42 WIB
Golkar Dianggap Sulit Raih Posisi Kedua Pileg
Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai Partai Golkar akan mengalami kesulitan dalam pemilu legislatif 2019. Sebab, sejumlah elit partai beringin terseret kasus hukum dugaan korupsi di KPK.

"Kasus hukum yang menyeret kader Golkar jelas merugikan elektabilitas partai, memperlemah karena berita tersebut merupakan sentimen negatif," kata Ujang, Kamis (4/4/2019).

Menurut dia, isu korupsi yang melibatkan kader Golkar bakal menyulitkan partai yang diketuai Airlangga Hartarto untuk masuk posisi tiga besar. Karena, Partai Gerindra sementara ini posisinya terus merangkak.

"Peluang (Golkar) untuk menjadi 2 besar sepertinya akan sulit, karena Gerindra terus merangkak. Sedangkan, Golkar terkena terkena badai korupsi lagi," ujarnya.

Untuk diketahui, kader Partai Golkar diterjang sejumlah kasus korupsi mulai dari kasus mantan Ketua Umum Setya Novanto yang sudah divonis 15 tahun penjara atas korupsi proyek e-KTP.

Kemudian, Anggota DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso juga baru saja diciduk KPK karena diduga menerima suap dalam kasus terkait distribusi pupuk senilai Rp 8 miliar. Bahkan, diduga duit itu untuk operasi serangan fajar pada 17 April 2019.

Selain itu, anggota Komisi VII DPR Fraksi Partai Eni Maulani Saragih juga baru saja divonis majelis hakim dengan hukuman enam tahun penjara. Lalu, mantan Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham juga menyusul terseret kasus dugaan korupsi menerima suap terkait proyek PLTU Riau-1. [ton]

Komentar

x