Find and Follow Us

Minggu, 21 Juli 2019 | 08:10 WIB

Rizieq Bantah Ucapan Yusril Soal KeIslaman Prabowo

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 4 April 2019 | 21:23 WIB
Rizieq Bantah Ucapan Yusril Soal KeIslaman Prabowo
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Jelang pesta demokrasi Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden, dunia politik Indonesia mulai kembali dibanjiri dengan isu yang belum tentu bisa dibenarkan.

Salah satunya penggunakan politik identitas dan segala sesuatu yang mengandung SARA.

Belakangan, berbekal celotehanya, Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra bersitegang dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Benturan kedua tokoh ini terjadi hanya karena persoalan keagamaan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Yusril Ihza Mahendra di salah satu stasiun televisi swasta pada 14 Februari lalu mengatakan ia pernah berkomunikasi dengan Rizieq Shihab. Ia kemudian mengatakan ulang apa yang menurutnya pernah diucapkan Rizieq tentang capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

"Saya komunikasi sama Habib Rizieq. Prabowo itu Islamnya enggak jelas," katanya kala itu.

Pernyataan Yusril tersebut, berbuntut panjang. Rizieq Shihab, yang kabarnya kini sedang berada di Arab Saudi, tak terima. Rizieq lantas membuat klarifikasi lewat video yang diunggah ke Youtube Front TV, Senin (1/4/2019). Dia menyatakan kalau pengakuan Yusril bohong belaka. Rizieq kemudian menegaskan komunikasi dengan Yusril terjadi dua tahun lalu, tepatnya pada 2017, via sambungan telepon.

"Saya hanya berkomunikasi lewat telepon dengan Yusril satu kali, itu pun bukan dalam konteks soal Prabowo, karena komunikasi ini terjadi dua tahun lalu. Jadi kalau Pak Yusril mengatakan sering telepon saya, sering komunikasi, itu bohong. Tidak ada komunikasi selain itu," kata Rizieq.

Perseteruan ini jadi perang di rana maya. Yusril yang melihat video klarifikasi berdurasi hampir satu jam oleh Rizieq itu, tak terima dituduh berbohong. Ia pun memasang jurus berikutnya dengan menyebar tangkapan layar percakapan antara dia dan Rizieq via WhatsApp. Dalam percakapan yang menurut Yusril asli itu, Rizieq memang bilang kalau keislaman Prabowo sebenarnya tidak terlalu kuat.

Yusril mengatakan Habib Rizieq juga menyeret nama Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam percakapan tersebut. Berdasarkan penuturan Yusril, Rizieq menyebut Prabowo terjebak dengan SBY yang tengah berupaya melakukan propaganda melawan politik Islam.

"Perhatikan dalam WA di atas Rizieq yang bilang "PS lemah tentang Islam & lingkarannya pun masih banyak yang "Islamphobia". Apalagi PS sudah terjebak dengan SBY yang sedang propaganda melawan Politik Islam yang disebutnya sebagai "Politik Integritas" beraroma SARA" dan seterusnya," ujar Yusril.

Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, Mahendradatta menyangkal bukti yang dibeberkan oleh Yusril yang menyatakan kliennya meragukan keIslaman Prabowo Subianto. Mahendradatta memastikan Habib Rizieq tak pernah menggunakan WhatsApp.

"Kembali polemik ini sudahi saja, Habib Rizieq sudah jawab dan jangan melebarkan masalah. Pilpres ini jangan klaim orang lain. Yusril unjukin bukti percakapan WA dengan Habib Rizieq. Ini mas screnshot WA-nya? Kan kasusnya Habib Rizieq kan WhatsApp, masa dia WhatsApp sih. Ah ini yang ditunjukkan WhatsApp-nya, waduh mak, saya berani jamin Pak Habib Rizieq itu nggak pernah pegang pakai WhatsApp," kata Mahendradatta di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/4/2019).

"Habib Rizieq itu kasusnya kan kasus WhatsApp, dia tidak akan terlalu ceroboh kalau saya bilang. Orang WhatsApp kok yang dipermasalahkan kok sekarang WhatsApp pula yang ditunjuk," sambung Mahendradatta.

Partai Bulan Bintang (PBB) pun langsung melakukan klarifikasi terkait pernyataan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dalam sebuah video yang beredar di Front TV. Klarifikasi dipimpin oleh Ketua Bidang Pemenangan Presiden DPP PBB, Sukmo Harsono

"Imam besar (HRS) yang sangat saya hormati, dan kita tokohkan telah menyatakan bahwa Prof Yusril melakukan kebohongan terkait dengan persoalan pencapresan salah satu pasangan calon," kata , di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (3/4/2019).

Sukmo menyatakan bahwa pernyataan Imam Besar FPI itu adalah suatu kebohongan karena menyebut Yusril telah melakukan kebohongan. Sebab, yang disampaikan Yusril merupakan fakta dan kebenaran. Hal tersebut terlihat dalam bukti screenshot (tangkapan layar) chat atau komunikasi melalui Handphone (HP) antara Yusril dengan Rizieq Shihab pada pertengahan tahun 2018.

"Saya ingin menegaskan bahwa Prof Yusril mengatakan yang sebenar-benarnya. Saya membawa alat bukti bahwa telah terjadi percakapan dan perbincangan antara prof Yusril dan Habib Rizieq yang meragukan keislaman salah satu paslon," ucapnya.

"Dengan demikian maka clear, yang melakukan kebohongan bukan prof Yusril, tapi yang menyatakan pendustaan adalah yang mengatakan Prof Yusril sudah berbohong," tegas Sukmo sambil menunjukan print out percakapan Yusri dan habib Rizieq kepada awak media.

Sukmo pun mengatakan dugaan kuat video sanggahan Habib Rizieq Shihab terkait dengan penunjukan Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukum Firza Husein.

"Di antaranya masyarakat menduga-duga karena Prof Yusril telah menerima kuasa dari saudari Firza Husein," ujar Sukmo dalam konferensi pers di Hotel Cipta Pancoran, Jakarta, Rabu (3/4/2019).

Ia menjelaskan, penunjukan Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukum merupakan permintaan ibunda Firza Husein yang merupakan kader PBB. Sehingga, ditunjuknya Yusril, merupakan bantuan terhadap kader PBB yang saat ini masih terganjal kasus.

"Tentunya sangat wajar apabila antara klien dan pengacara menceritakan banyak hal menyampaikan segala sesuatunya," jelas Firza.

"Karena waktunya berdempetan baru beberapa hari lalu menerima kuasa dari Firza Husein. Kemudian disusul dengan muculnya video ini maka menjadi hal yang wajar apabila masyarakat mencoba menghubungkan antara apa yang disampaikan video Front TV dengan surat kuasa yang diterima dari Firza Husein," tambah Sukmo.

Sementara, Partai Gerindra lewat Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade mengecam tindakan Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra yang mengungkap screenshot Habib Rizieq yang meragukan keIslaman Prabowo Subianto. Ia menilai Yusril yang pro-Jokowi tengah kalap.

"Saya rasa ini bagian dari orang kalap, takut kalah, sehingga mulai menghalalkan suatu cara. Mengapa demikian? Karena bikin acara sepi, berbeda dengan Prabowo-Sandi yang dihadiri ribuan orang. Sehingga muncul kepanikan takut kalah muncul strategi, sehingga muncul screenshot Pak Yusril dengan Habib Rizieq," katanya kepada wartawan, Rabu (3/4/2019).

Andre menjelaskan bahwa Prabowo pernah menyebut 'Islam saya kurang'. Terkait screenshot tersebut, Andre menyebut persoalan Ijtimak Ulama sudah bulat mendukung Prabowo-Sandi maju Pilpres 2019.

"Saya rasa clear sudah Ijtimak Ulama clear dan Pak Prabowo mengakui bahwa Islam abangan, 'saya Islam abangan, islam saya tidak baik, tapi saya tidak pernah kriminalisasi ulama', Pak Prabowo mengakui makanya beliau mengakui nggak mau jadi imam. Nggak perlu dipaksakan seperti orang sebelah, jadi imam difoto banyak orang. Screenshot Pak Yusril bagian dari orang kalap, takut kalah, alias panik," ketusnya.

Di sisi lain, juru debat Prabowo-Sandiaga Uno, Ahmad Riza Patria mengatakan Prabowo Subianto sama sekali tak marah dengan langkah Yusril yang kini menjadi pro-Joko Widodo.

"Nggak, Pak prabowo nggak pernah marah sama orang, termasuk ke Pak Yusril. Dia menghargai pendapat semua orang yang berbeda, boleh, kan demokrasi. Setiap orang berhak milih, kita nggak maksa. Kalau Pak Yusril yang dulu ada di Prabowo sekarang ada di Jokowi itu hak Pak Yusril, sekalipun kita tahu banyak pengurus dan grassroot PBB banyak ke 02," ujarnya kepada wartawan, Rabu (3/4/2019).

Ia juga menegaskan, Prabowo tidak mau ikut campur dan ambil pusing soal perdebatan antara Yusril dan Habib Rizieq.

"Pak Prabowo tak pernah ngurusin, intervensi pendapat orang tentang dirinya, pribadinya. Yang dipikirkan Prabowo adalah kepentingan bangsa. Dia mau dihina, dihujat, dicela, difitnah, dia nggak pikirin itu. Bagi Prabowo yang penting bagaimana membangun bangsa," tutur Ketua DPP Gerindra itu.

Mengenai konten yang berisi pernyataan Habib Rizieq yang disebut meragukan keislaman Prabowo, Riza tak mau mempersoalkannya. Meski bukan tokoh agama, Prabowo menurutnya sangat peduli dengan umat.

"Soal keIslaman Pak Prabowo itu harus diukur dari komitmen dan perjuangannya untuk umat. Pak Prabowo memang bukan santri atau habib, beliau seorang patriot dan nasionalis. Tapi Prabowo mengerti Indonesia masyarakat muslim sehingga sangat profesional dan proporsional. Itu ditujukan dalam kariernya," paparnya.

"Makanya dulu dianggap tentara hijau karena ada kedekatan dengan ulama termasuk kedekatan dengan Yusril, sudah lama. Juga dengan ulama-ulama yang lain. Banyak juga yang paham dengan agama tapi mohon maaf tidak berjuang untuk negara. Hanya untuk kepentingan organisasi," imbuhnya.

Ia justru menilai perseteruan keduanya terkait soal capres yang akan dipilih Ijtimak Ulama beberapa waktu lalu. Saat itu PBB cenderung mendukung Prabowo.

"Kan dua-duanya memang ingin mengusung Prabowo kan sejak awal, sebelum ditentukan cawapresnya. Bahwa presidennya Prabowo. Lalu ada Sandi cawapresnya. Dulu orang kaget kenapa (cawapres) tidak dari PKS, PAN atau rekomendasi dari Ijtimak ulama, karena memberi pengaruh positif. Artinya pilihan Prabowo dan koalisi itu betul. Ada suara signifikan karena Sandi," kata Riza. [ton]

Komentar

x