Find and Follow Us

Jumat, 21 Juni 2019 | 01:11 WIB

Pelapor Kasus Iwan Budianto Misterius

Oleh : Abdullah Mubarok | Kamis, 4 April 2019 | 18:01 WIB
Pelapor Kasus Iwan Budianto Misterius
Iwan Budianto

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Manajer Tim Perseba Super Bangkalan, Imron Abdul Fattah, pelapor kasus match fixing yang diduga melibatkan Iwan Budianto, kini Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), bersikap misterius.
Dihubungi wartawan berkali-kali untuk menanyakan perkembangan kasus yang dilaporkannya ke Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri, Kamis (4/4/2019), Imron tak mau merespons. Padahal, sebelumnya ia terlihat menggebu-gebu, apalagi saat melapor ke Satgas Antimafia Bola di Jakarta, Selasa (9/1/2019).
Saat ditelepon memang terdengar nada dering, tapi tak diangkat. Pesan tertulis yang dikirimkan melalui WhatsApp (WA) ke nomor telepon selulernya, hingga berita ini ditulis pun tidak dibalas.
Ada dua pertanyaan yang diajukan wartawan secara tertulis kepada Imron. Pertama, sejauh mana laporannya soal Iwan Budianto (IB) sudah ditindaknajuti Satgas Antimafia Bola. Kedua, apakah dirinya berencana mendatangi Satgas Antimafia Bola Polri untuk menanyakan perkembangan kasus yang dilaporkannya itu?
Sebab, di luar, berkembang spekulasi liar bahwa Imron sudah dibungkam pihak terlapor, yakni IB, sehingga ia mendiamkan bahkan ada kemungkinan mau mencabut laporannya ke Satgas Antimafia Bola.
IB, Plt Ketua Umum PSSI pengganti Joko Driyono yang sudah ditahan Satgas Antimafia Bola Polri, diduga terlibat kasus match fixing (pengaturan skor pertandingan) ketika menjabat Ketua Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) pada 2009. Satgas Antimafia Bola menemukan adanya aliran dana kepada IB dan jajarannya.
Kasus ini bermula dari laporan mantan tim manajer Perseba Super Bangkalan Imron Abdul Fattah saat memasuki 8 Besar Piala Soeratin 2009. Saat itu, Imron mengucurkan dana Rp 140 juta sebagai setoran buat dapatkan opsi menjadi tuan rumah fase 8 Besar Piala Soeratin pada November 2009. Imron pun merasa tertipu. "Waktu 8 Besar Piala Soeratin 2009, kami hampir dibatalkan sebagai tuan rumah. Laga hendak dipindah ke Persib," kata Imron di Jakarta, Selasa (8/1/2019).
Polisi menyatakan IB bisa menjadi tersangka dalam kasus ini. Namun, polisi masih melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut. Polri menegaskan kasus ini sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan. Dalam waktu dekat, IB bakal dipanggil guna diperiksa. Saat itu, IB sendiri menyatakan siap diperiksa.
Selain IB, kasus ini juga menyeret tim manajer Madura United (MU) Haruna Soemitro (HS) yang waktu itu menjabat Ketua Pengprov PSSI Jawa Timur. Proses setoran uang dari Imron diduga melalui HS.
Selain match fixing, IB juga diduga terlibat sederet kasus lain.
Pada 2011, IB tersangkut korupsi penyimpangan dana APBD Kota Samarinda 2007-2008 buat klub Persisam Samarinda. Dalam kasus yang melibatkan mantan tim manajer Persisam Aidil Fitri ini, IB disebut menerima Rp 600 juta dari APBD itu. Namun, IB menyangkal dirinya terlibat.
Selain itu, menantu mantan Walikota Kediri HA Maschut ini juga pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap Walikota Batu Eddy Rumpoko pada Oktober 2017. IB bersama Agoes Soerjanto yang saat itu Ketua Pembina Arema FC diperiksa KPK karena dugaan suap pengadaan mebel di Pemerintah Kota Batu tahun anggaran 2017 senilai Rp 5,26 miliar. [hpy]

Komentar

x