Find and Follow Us

Kamis, 27 Juni 2019 | 10:25 WIB

Sabu Senilai Rp150 Juta Gagal Beredar di Gresik

Senin, 1 April 2019 | 23:14 WIB
Sabu Senilai Rp150 Juta Gagal Beredar di Gresik
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Gresik - Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Gresik, membongkar narkotika jenis sabu yang siap edar senilai Rp150 juta.

Sabu tersebut diedarkan oleh dua warga. Yakni, Sulton Arif Fernando (20), asal Desa Sidojangkung, Menganti, Gresik, dan Sandy Dharmawan (19), warga Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Kedua pelaku itu yang sekaligus kurir terpaksa harus gigit jari sebelum mengedarkan sabu yang telah dijalaninya selama enam bulan.

Sebelum diringkus oleh BNN, mereka baru saja mendapatkan satu bungkus narkoba seberat 100,04 gram. Barang haram tersebut didapat dari seorang bernama Rudi, yang disebut-sebut sebagai tahanan lembaga pemasyarakatan (LP) Madiun.

Salah satu pelaku Sandy mengaku, dirinya yang mendapatkan barang berjenis putih kristal itu dari Rudi. Pengiriman narkoba menggunakan sistem ranjau. Kemudian, Sandy mengajak Arif yang merupakan sepupunya sendiri untuk untuk mengambil. "Ambilnya di daerah Surabaya," kata Sandy, Senin (1/04/2019).

Sandy menambahkan, barang yang diambil selanjutnya dikirim kepada seorang pembeli. "Kami hanya melaksanakan petunjuk dari sana,' tambahnya.

Kedua pelaku itu tidak mendapatkan upah berupa uang. Namun, kedua tersangka mendapat jatah sabu untuk dikonsumsi sendiri. Dalam sebulan bisa dua sampai tiga kali pengiriman sabu. Paling sedikit 5 gram. "Kalau jajan dapat jatah dari orang tua," ujar Arif.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik AKBP Supriyanto menjelaskan, penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat. Bahwa ada dugaan penyalahguna narkotika. Saat dikembangkan, anggotanya berhasil mengamankan tersangka.

Petugas BNNK Gresik juga melakukan penggeledahan rumah tersangka. Awalnya ditemukan sejumlah poket dengan total 10,27 gram. Kemudian, alat hisap dan sejumlah platik. Lalu korek api, tabungan, sepeda motor dan dompet. "Semuanya kami sita sebagai bukti," ujarnya.

Masih menurut Supriyanto, saat dilakukan penangkapan, handphone tersangka mendapat pesan. Diminta mengambil sabu yang telah disembunyikan di suatu tempat daerah Surabaya. Petugas pun langsung mengeler mereka. Alhasil, satu plastik narkoba seberat 100,04 gram ditemukan di depan tempat karaoke.

"Akan kami kejar terus pihak lain yang terlibat," ungkapnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka kini harus menikmati pengabnya di dalam tahanan. Mereka hanya bisa pasrah menjalani hukuman akibat perbuatannya sendiri karena dijerat dengan pasal 112 ayat (2) Jo pasal 114 ayat (2) dan pasal 132 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. [beritajatim]

Komentar

x