Find and Follow Us

Selasa, 12 November 2019 | 07:08 WIB

Capres Harus Punya Konsep Perbaiki Kinerja Polri

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Sabtu, 30 Maret 2019 | 12:13 WIB
Capres Harus Punya Konsep Perbaiki Kinerja Polri
Ketua Presidium IPW, Neta S Pane - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan kedua calon presiden harus menjabarkan konsep dalam memperbaiki kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) secara utuh saat debat keempat yang digelar malam ini Sabtu (30/3/2019).

"Dalam debat ini masing-masing capres perlu menjelaskan konsepnya memperbaiki Polri secara utuh, sehingga revolusi mental benar-benar bisa dilakukan terhadap institusi keamanan itu," kata Neta di Jakarta.

Menurut dia, perbaikan Polri yang signifikan itu menyangkut pengawasan ketat, tindakan tegas terhadap oknum yang menyimpang, satu sikap perkataan dengan perbuatan, atasan harus menjadi teladan, perbaiki fasilitas kerja kepolisian, perbaiki mata anggaran Polri, perbaiki penghasilan anggota Polri.

"Perbaiki struktur Polri hingga tidak tambunan tapi langsing, efisien, efektif dan dinamis. Buat apa Polri kebanyakan jenderal dan kebanyakan anggota jika gaji personilnya sangat minim, yang kemudian menjadi benalu bagi masyarakat," ujarnya.

Ia mengatkaan dalam konsep kepolisian modern sebagai aparatur penjaga keamanan, jumlah anggota kepolisian harus dibatasi agar oraganisasi kepolisian efektif, efisien dan dinamis dengan penghasilan maksimal, kemudian tugas-tugasnya didukung oleh teknologi kepolisian atau IT untuk menjaga keamanan masyarakat.

"Kedua capres harus memikirkan dan mempunyai konsep yang jelas untuk menata sistem keamanan dan Polri sebagai institusi yang mengurusinya," jelas dia.

Memang, Neta melihat selama ini baik di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun era Joko Widodo (Jokowi) penanganan keamanan yang dilakukan Polri sudah cukup bagus. Menurut dia, Indonesia relatif aman meski disana sini masih ada keluhan publik terhadap sikap perilaku anggota kepolisian dalam menjaga keamanan.

"Tapi secara umum keamanan Indonesia relatif stabil. Dalam hal pemberantasan terorisme masyarakat dunia mengakui kinerja Polri. Namun, Polri masih kedodoran dalam pemberantasan narkoba karena masih banyak oknum Polri maupun di luar Polri yang bermain-main dengan narkoba dan mendapat manfaat dari sana," katanya.

Maka dari itu, Neta mengatakan sistem kerja Polri dalam menjaga keamanan Indonesia ini ke depan perlu diperkuat lagi dengan pengawasan yang ketat terhadap oknum-oknum kepolisian yang tidak profesional dan cenderung bertindak menyakiti rasa keadilan publik.

"Sehingga, keberhasilan Polri dalam menjaga keamanan tidak dirusak oleh ulah oknum-oknum yang mengkhianati sikap profesionalisme institusinya. Jadi, pengawasan ketat perlu ditingkatkan, hukuman tegas mulai dari diseret ke pengadilan hingga pemecatan harus dilakukan agar ada efek jera bagi oknum Polri yang nakal," tandasnya.[ris]

Komentar

x