Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 14:06 WIB

BPN Sindir Ribuan Amplop Kasus Bowo Berbau Pilpres

Oleh : Ivan Setyadhi | Jumat, 29 Maret 2019 | 13:42 WIB
BPN Sindir Ribuan Amplop Kasus Bowo Berbau Pilpres
(Foto: Twitter)

INILAHCOM, Jakarta - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar mengkritik sikap KPK terkait pengumuman hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bowo Sidik Pangarso, Anggota DPR Komisi VI dari Golkar.

Kritikan itu dilayangkan Dahnil lewat cuitannya di Twitter @Dahnilanzar_.

"Saya apresiasi OTT terhadap politisi Golkar, tapi bu Basaria @KPK_RI kenapa tidak dibuka dan tunjukkan 400 ribu amplop-amplop yng berisi uang 20 ribuan dan 50 ribuan yang diduga ada cap jempolnya itu?" cuitnya.

Dahnil menduga ratusan ribu amplop itu tak hanya untuk kebutuhan pencalegan Bowo sendiri.

"Kebiasaan @KPK_RI ketika konpres membuka barang bukti, kenapa Bu Basaria melarang membuka barang bukti termasuk 400 ribu amplop2 yg sudah ada kode2 capres tertentu tsb. Publik perlu tahu," cuitnya lagi.

KPK sendiri lewat Juru Bicara Febri Dianyah menjawab soal buka-membuka amplop barang bukti kasus Bowo. Menurutnya harus ada prosedur seperti berita acara untuk membuka atau memeriksa barang bukti tindak pidana korupsi.

"Amplop-amplop di dalam kardus yang ada tadi dalam posisi dilem. Untuk mengubahnya dibutuhkan berita acara karena ada prosedur mengubah barang bukti. Nanti kalau majelis hakim di persidangan membutuhkan untuk dipersilakan dibuka, maka akan dilakukan," katanya.

Sementara Basaria memastikan tak ada cap jempol dan amplop penuh uang itu hanyalah untuk kepentingan pribadi Bowo yang nyaleg di daerah pemilihan Jawa Tengah 2. [ton]

Komentar

x