Find and Follow Us

Kamis, 27 Juni 2019 | 10:08 WIB

Soraki Saksi, Hakim Tegur Pendukung Habib Bahar

Oleh : Ray Muhammad | Kamis, 28 Maret 2019 | 12:31 WIB
Soraki Saksi, Hakim Tegur Pendukung Habib Bahar
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Majelis Hakim PN Bandung Edison Muhammad menegur keras para pendukung Habib Bahar bin Smith yang hadir pada sidang kasus dugaan penganiayaan anak di ruang sidang, Kamis (28/3/2018).

Diketahui, hari ini PN Bandung kembali menggelar sidang lanjutan perkara yang menjerat Habib Bahar di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Kota Bandung, Jawa Barat.

Edison menegur hadirin karena bersikap tidak terrib saat salah satu saksi yang juga korban. MKUAM hadir ke dalam ruang persidangan.

Diketahui pada sidang kali ini, rencananya jaksa akan menghadirkan empat orang saksi. Dua saksi merupakan korban yang berinisial CAJ dan MKUAM. Sementara, dua saksi lainnya adalah orangtua mereka.

Saat itu, saksi MKUAM yang mengenakan masker masuk ke ruang sidang dengan dikawal aparat kepolisian disoraki para pendukung Habib Bahar.

"Penipu! Buka (maskernya)... buka!" seru para pendukung Habib Bahar sejak MKUAM melangkahkan kakinya memasuki ruang persidangan.

Sontak, Edison langsung secara tegas meminta para penonton sidang yang tak lain pendukung Habib Bahar untuk tetap tenang dan menahan diri.

"Tolong tenang. Sudah saya ingatkan di sidang pertama. Tolong tenang. Kalau di luar persidangan, silakan kalau mau teriak-teriak," serunya.

Diketahui, Habib Bahar diduga melakukan penganiayaan terhadap dua remaja berinisial CAJ (18) dan MKUAM (17). Kedua remaja ini diduga dihukum melalui penganiayaan lantaran mengaku sebagai dirinya saat berada di Bali.

Keduanya diduga dianiaya di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang merupakan miliknya.

Dalam perkara ini, diketahui Abdul Basid turut menjadi terdakwa bersama seorang lainnya, bernama Aqil Yahya yang turut serta menganiaya kedua remaja tersebut.

Sejak ditetapkan sebagai tersangka, Habib Bahar langsung ditahan di Mapolda Jabar. Ia terancam dengan jeratan hukuman Pasal 170 ayat (2), Pasal 351 ayat (2), Pasal 333 ayat (2) dan Pasal 80 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. [rok]

Komentar

x